Mengapa Tuhan yang Berinkarnasi pada Akhir Zaman adalah Perempuan?

arti inkarnasi | Mengapa Tuhan yang Berinkarnasi pada Akhir Zaman adalah Perempuan?

Pada akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi telah menampakkan diri untuk bekerja dan mengungkapkan banyak kebenaran. Ini telah ditampilkan di internet dan mengguncangkan seluruh dunia, karena semakin banyak orang yang menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Jelas bahwa Tuhan yang datang berinkarnasi dan mengungkapkan kebenaran sepenuhnya memperlihatkan kuasa firman Tuhan dan kemahakuasaan Tuhan. Ketika mereka menyelidiki jalan yang benar, banyak orang memahami bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa itu berotoritas, berkuasa, bahwa semuanya adalah kebenaran dan berasal dari Tuhan, dan mereka diyakinkan tanpa keraguan lagi. Namun, ketika mereka mendengar bahwa Kristus akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah perempuan, banyak yang tidak setuju dan tidak mau menerima Dia. Mereka berpikir bahwa ketika Tuhan Yesus datang, Dia adalah laki-laki, Roh Kudus juga bersaksi bahwa Tuhan Yesus adalah “Anak yang dikasihi” pada waktu itu, dan Alkitab juga memuat catatan seperti itu, jadi ketika Tuhan datang kembali, Dia akan menjadi laki-laki, menurut gambar Tuhan Yesus orang Yahudi. Dia sama sekali takkan menjadi perempuan. Sebanyak apa pun kebenaran yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa dan sebesar apa pun pekerjaan yang Dia lakukan, mereka tidak mau menerima, apalagi mencari dan menyelidiki. Alasan mereka adalah, “Jika Tuhan Yang Mahakuasa adalah laki-laki, aku pasti percaya, tetapi jika Dia perempuan, apa pun yang kaukatakan, aku takkan pernah percaya, karena Tuhan Yesus adalah laki-laki.” Karena itu, mereka kehilangan kesempatan untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali dan jatuh ke dalam bencana, yang mana ini sangat disayangkan. Lantas, benarkah pernyataan dan pandangan orang-orang beragama ini? Apakah semua itu sesuai dengan nubuat Alkitab? Apakah semua itu memiliki dasar dalam firman Tuhan? Sama sekali tidak. Ini karena Tuhan Yesus tidak menyebutkan entah Dia akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali, dan Roh Kudus tidak bersaksi entah Anak Manusia akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali. Alkitab juga tidak menubuatkan entah Tuhan akan menjadi laki-laki atau perempuan ketika Dia datang kembali pada akhir zaman. Ini adalah bukti yang cukup bahwa perkataan dan pandangan manusia tidak memiliki dasar alkitabiah dan tak lain hanyalah gagasan dan imajinasi manusia. Banyak orang bertanya, “Mengapa Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman adalah perempuan dan bukan laki-laki?” Di sini, saya akan membagikan beberapa pemahaman pribadi saya tentang pertanyaan ini.

继续阅读“Mengapa Tuhan yang Berinkarnasi pada Akhir Zaman adalah Perempuan?”

Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati?

saat teduh hari ini 2021 | Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati?

Mungkin perjalanan imanmu kepada Tuhan sudah lebih dari satu atau dua tahun, dan mungkin selama bertahun-tahun ini kamu telah mengalami banyak kesulitan dalam hidupmu; atau mungkin kamu belum mengalami kesulitan namun sebaliknya malah menerima banyak kasih karunia. Mungkin juga kamu belum mengalami kesulitan atau kasih karunia, tetapi menjalani kehidupan yang paling biasa. Terlepas dari itu, kamu masih merupakan pengikut Tuhan, jadi mari kita bersekutu tentang hal mengikut Dia. Namun, Aku harus mengingatkan semua orang yang membaca ini bahwa firman Tuhan ditujukan kepada semua orang yang mengakui Tuhan dan semua orang yang mengikut Tuhan, bukan kepada semua orang pada umumnya, termasuk mereka yang tidak mengakui Tuhan. Jika kamu percaya bahwa Tuhan berbicara kepada orang banyak, kepada semua orang di dunia, firman Tuhan tidak akan berpengaruh bagimu. Jadi, kamu harus menyimpan semua firman di dalam hatimu, dan jangan menempatkan dirimu di luar lingkup firman. Bagaimanapun juga, mari kita bicara tentang apa yang terjadi di rumah kita.

继续阅读“Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati?”

Bagaimana memahami Wahyu yang selaras dengan kehendak Tuhan

renungan hari ini kristen | Bagaimana memahami Wahyu yang selaras dengan kehendak Tuhan

Alkitab mengatakan: “Ketahuilah ini terlebih dahulu, tidak ada nubuat dalam Kitab Suci yang berasal dari penafsiran pribadi. Karena nubuat itu datang pada zaman dahulu bukan karena kehendak manusia, tetapi orang-orang kudus Tuhan berbicara ketika mereka digerakkan oleh Roh Kudus” (2 Petrus 1:20-21). “Yang dipelintir oleh mereka yang tidak terpelajar dan goyah, seperti yang mereka lakukan juga terhadap tulisan kitab suci lainnya, untuk kehancuran mereka sendiri” (2 Petrus 3:16). “Sebab yang tertulis membawa kematian, tetapi roh memberi kehidupan” (2 Korintus 3:6). Ayat-ayat ini memberi tahu kita bahwa kita tidak dapat menafsirkan nubuatan yang benar-benar mengandalkan pemahaman dan imajinasi kita, karena nubuat itu berasal dari Tuhan, dan hanya melalui pencerahan Roh Kuduslah kita dapat memahaminya. Namun, sebelum nubuat digenapi, mudah bagi kita untuk mengandalkan gagasan kita sendiri dan menafsirkannya secara harfiah. Ini menjadikannya mudah untuk salah menafsirkan nubuat. Dan penafsiran absurd kita akan menyesatkan orang lain. Misalnya, ketika menyangkut nubuat tentang kedatangan Mesias, orang-orang Farisi mengandalkan gagasan mereka sendiri. Sebelum Tuhan Yesus lahir, berdasarkan makna harfiah dari nubuat dalam Yesaya 7:14, 9:6-7 dan Mikha 5:2, mereka membayangkan kedatangan Mesias: Mesias akan dilahirkan dari seorang anak dara di Betlehem, dan diberi nama Imanuel; Dia akan tumbuh besar di istana dan memerintah Israel selagi duduk di atas takhta. Namun, ketika nubuat-nubuat itu digenapi, cara mereka membayangkan Dia akhirnya bertentangan dengan fakta. Yang sebenarnya mereka saksikan adalah: Tuhan lahir dari Maria yang sudah menikah dan menjadi anggota keluarga tukang kayu, dan dipanggil Yesus; Dia datang dari Nazaret, dan pada akhirnya dipakukan di kayu salib. Ini sangat berbeda dari arti harfiah nubuat-nubuat itu. Oleh karena itu, meskipun mereka melihat bahwa pekerjaan dan pemberitaan Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kuasa, orang-orang Farisi tidak mengakui Tuhan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. Sebaliknya, mereka bahkan menghujat Tuhan Yesus, dengan mengatakan bahwa Dia bergantung pada pangeran setan untuk mengusir roh-roh jahat. Dengan demikian, mereka melakukan dosa penghujatan terhadap Roh Kudus, menyinggung watak Tuhan, dan tidak akan pernah mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Dan orang-orang awam yang tidak memiliki kepekaan dan percaya apa yang dikatakan orang-orang Farisi juga kehilangan keselamatan Tuhan. Dari contoh ini, kita dapat melihat bahwa karena orang-orang Farisi berpegang pada imajinasi mereka dan makna harfiah dari nubuat-nubuat itu, mereka menghancurkan diri mereka sendiri dan juga orang lain.

继续阅读“Bagaimana memahami Wahyu yang selaras dengan kehendak Tuhan”

Orang-orang hidup di dunia untuk ketenaran, keuntungan, makanan, pakaian, dan kesenangan. Mereka menjalani hidup yang sibuk, tetapi pada akhirnya mereka masih kosong. Saya tidak mengerti, bagaimana hidup seseorang bisa bermakna dan berharga?

Renungan Kristen Hari ini | Orang-orang hidup di dunia untuk ketenaran, keuntungan, makanan, pakaian, dan kesenangan. Mereka menjalani hidup yang sibuk, tetapi pada akhirnya mereka masih kosong. Saya tidak mengerti, bagaimana hidup seseorang bisa bermakna dan berharga?

Firman Tuhan yang Relevan:

Sejak manusia menemukan ilmu-ilmu sosial, pikiran manusia telah menjadi disibukkan dengan ilmu dan pengetahuan. Kemudian ilmu dan pengetahuan telah menjadi alat yang digunakan untuk memerintah umat manusia, dan tidak ada lagi ruang yang cukup bagi manusia untuk menyembah Tuhan, dan tidak ada lagi suasana yang mendukung penyembahan kepada Tuhan. Kedudukan Tuhan telah turun semakin rendah di hati manusia. Tanpa Tuhan di dalam hatinya, dunia batin manusia gelap, tanpa pengharapan dan hampa. Selanjutnya banyak ilmuwan sosial, ahli sejarah, dan politisi telah bermunculan untuk mengungkapkan teori-teori ilmu sosial, teori evolusi manusia, serta teori-teori lainnya yang bertentangan dengan kebenaran bahwa Tuhan menciptakan manusia, untuk memenuhi hati dan pikiran manusia. Dan dengan demikian, mereka yang percaya bahwa Tuhan yang menciptakan segalanya telah menjadi semakin sedikit, dan mereka yang percaya pada teori evolusi menjadi semakin banyak jumlahnya. Semakin lama semakin banyak orang yang memperlakukan catatan tentang pekerjaan Tuhan dan firman-Nya pada zaman Perjanjian Lama sebagai mitos dan legenda. Di dalam hati mereka, orang menjadi acuh tak acuh pada martabat dan kebesaran Tuhan, pada prinsip bahwa Tuhan itu ada dan berkuasa atas segala sesuatu. Kelangsungan hidup umat manusia dan nasib negara-negara serta bangsa-bangsa tidak penting lagi bagi mereka, dan manusia hidup dalam dunia hampa yang hanya mengurusi makan, minum, dan mengejar kesenangan. … Hanya sedikit orang yang menyadari kewajibannya untuk mencari tempat di mana Tuhan melakukan pekerjaan-Nya saat ini, atau mencari tahu bagaimana Dia mengendalikan dan mengatur tempat tujuan manusia. Dengan demikian, tanpa sepengetahuan manusia, peradaban manusia menjadi semakin tidak mampu memenuhi keinginan manusia, dan bahkan banyak orang yang merasa bahwa, dengan hidup di dunia seperti itu, mereka merasa tidak lebih berbahagia dibandingkan orang-orang yang sudah meninggal. Bahkan orang-orang yang berasal dari negara-negara yang tadinya berperadaban tinggi pun mengutarakan keluhan seperti ini. Karena tanpa tuntunan Tuhan, berapa banyak pun penguasa dan ahli sosiologi yang memeras otak mereka untuk melestarikan peradaban manusia, semuanya sia-sia saja. Tak seorang pun dapat mengisi kehampaan dalam hati manusia, karena tak seorang pun dapat menjadi hidup manusia, dan tidak ada teori sosial yang dapat membebaskan manusia dari kehampaan yang dideritanya. Ilmu, pengetahuan, kebebasan, demokrasi, kesenangan, hiburan: semua ini hanya memberikan penghiburan yang sementara bagi manusia. Bahkan dengan hal-hal ini, manusia pasti akan berbuat dosa dan meratapi ketidakadilan yang ada di masyarakat. Hal-hal ini tidak dapat mengekang keinginan dan hasrat manusia untuk mencari. Ini karena manusia diciptakan oleh Tuhan dan pengorbanan serta pencarian manusia yang sia-sia hanya dapat membawa manusia pada semakin banyak kesedihan dan hanya dapat menyebabkan manusia berada dalam keadaan ketakutan, tidak akan tahu cara menghadapi masa depan umat manusia, atau cara menghadapi perjalanan yang terbentang di depan. Manusia bahkan akan menjadi takut terhadap ilmu dan pengetahuan, dan bahkan lebih takut lagi terhadap perasaan hampa. Di dunia ini, terlepas dari apakah engkau tinggal di negara yang menganut kebebasan atau di negara yang tidak mengakui hak asasi manusia, engkau sama sekali tak dapat meluputkan diri dari nasib umat manusia. Apakah engkau adalah yang memerintah atau yang diperintah, engkau sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari keinginan untuk menyelidiki nasib, misteri, dan tempat tujuan umat manusia, apalagi melepaskan dirimu dari perasaan hampa yang membingungkan. Fenomena seperti ini, yang lazim dialami oleh semua umat manusia, disebut fenomena sosial oleh para ahli sosiologi, tetapi belum ada satu pun orang hebat yang mampu memecahkan masalah tersebut. Manusia, bagaimanapun juga, hanyalah manusia, dan kedudukan serta kehidupan Tuhan tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Umat manusia tidak hanya membutuhkan masyarakat yang adil, tempat di mana setiap orang mendapat cukup makanan dan diperlakukan dengan setara serta mendapat kebebasan, yang dibutuhkan umat manusia adalah keselamatan Tuhan dan perbekalan-Nya untuk kehidupan mereka. Ketika manusia menerima keselamatan Tuhan dan perbekalan-Nya untuk kehidupan mereka, barulah kerinduan untuk mencari, dan kehampaan rohani manusia dapat terpenuhi.

继续阅读“Orang-orang hidup di dunia untuk ketenaran, keuntungan, makanan, pakaian, dan kesenangan. Mereka menjalani hidup yang sibuk, tetapi pada akhirnya mereka masih kosong. Saya tidak mengerti, bagaimana hidup seseorang bisa bermakna dan berharga?”

Dapatkah Diangkat Ke Surga Oleh Tuhan, Jika Hanya Menerima Keselamatan Salib?

makna keselamatan | Dapatkah Diangkat Ke Surga Oleh Tuhan, Jika Hanya Menerima Keselamatan Salib?

Oleh, Xue Song

“The Cross”- salib pada awalnya adalah alat hukuman mati di zaman kuno. Ketika Tuhan Yesus yang tidak berdosa dipakukan di kayu salib sebagai korban penghapus dosa bagi umat manusia, salib melambangkan keselamatan Tuhan Yesus. Ketika kita menerima keselamatan Tuhan Yesus dan datang kepada-Nya untuk mengakui dosa-dosa kita dan bertobat, dosa-dosa kita akan diampuni dan kita tidak lagi dianggap sebagai orang berdosa oleh Tuhan. Oleh karena itu, banyak saudara dan saudari percaya bahwa dengan menerima keselamatan salib, kita sudah diselamatkan, yang juga berarti bahwa kita telah diperoleh oleh Tuhan dan akan langsung diangkat ke kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali. Namun pernahkah kita berpikir apakah pandangan ini sesuai dengan firman Tuhan? Memang benar bahwa kita menerima keselamatan dari salib, tetapi tidak dapat disangkal bahwa kita masih sering berbuat dosa, apakah orang seperti itu benar-benar dapat diangkat langsung ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang?

继续阅读“Dapatkah Diangkat Ke Surga Oleh Tuhan, Jika Hanya Menerima Keselamatan Salib?”

Apa Maksud Tuhan Yesus Saat Dia Berkata “Selesai Sudah” di Kayu Salib?

Umat Kristiani percaya saat Tuhan Yesus berkata “Selesai sudah” di kayu salib, Dia mengatakan pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia telah selesai. Jadi, semua orang merasa yakin saat Tuhan datang kembali, Dia tidak akan melakukan pekerjaan penyelamatan lagi, tetapi langsung mengangkat semua orang percaya ke langit untuk bertemu Tuhan, membawa kita ke surga, dan selesai. Ini hal yang sangat diyakini orang-orang percaya kepada Tuhan. Karena itulah banyak orang selalu menatap langit, dengan santai menunggu Tuhan membawa mereka langsung ke kerajaan-Nya. Namun, kini bencana-bencana besar telah tiba dan sebagian besar belum melihat kedatangan Tuhan, sehingga iman mereka memudar dan merasa putus asa. Beberapa bahkan punya keraguan: Apakah janji Tuhan itu nyata? Apakah Dia akan datang atau tidak? Sebenarnya, Tuhan Yesus sudah lama datang kembali secara rahasia sebagai Anak manusia, mengungkapkan banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Namun, kebanyakan orang tidak mencoba mendengarkan suara Tuhan atau berusaha mencari tahu perkataan Roh Kudus kepada gereja-gereja, dan selalu berasumsi Tuhan pasti datang di atas awan untuk membawa mereka ke surga, jadi mereka kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan. Itu akan menjadi penyesalan seumur hidup. Ini mungkin sangat erat kaitannya dengan bagaimana orang menafsirkan perkataan Tuhan Yesus di kayu salib: “Selesai sudah.

Mari kita mulai dengan ini. Kenapa begitu banyak orang percaya berpikir Tuhan Yesus berkata “Selesai sudah.” berarti pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia sudah selesai? Apakah ada dasar alkitabiah untuk ini? Apakah ini ditegaskan oleh Roh Kudus? Apakah Tuhan pernah berkata tidak akan bekerja untuk menyelamatkan umat manusia lagi? Apakah Roh Kudus bersaksi bahwa kata-kata ini mengacu pada Tuhan menyelesaikan pekerjaan penyelamatan-Nya? Kita bisa mengatakan dengan pasti: Tidak. Jadi, kenapa semua orang mengartikan kata-kata Tuhan Yesus ini sebagai pekerjaan penyelamatan Tuhan telah selesai sepenuhnya? Itu sedikit tidak masuk akal, bukan? Memahami firman Tuhan bukanlah tugas mudah. Dikatakan dalam 2 Petrus 1:20, “Ketahuilah ini terlebih dahulu, tidak ada nubuat dalam Kitab Suci yang berasal dari penafsiran pribadi.” Konsekuensi dari menafsirkan sendiri Kitab Suci sangat serius. Ingatlah kaum Farisi—mereka secara pribadi menafsirkan nubuat tentang Mesias, dan hasilnya, Mesias datang, dan mereka melihat Tuhan Yesus tidak sesuai dengan interpretasi mereka. Jadi, mereka mengutuk pekerjaan-Nya, bahkan membuat Dia disalibkan. Mereka menghadapi konsekuensi yang sangat serius. Ini secara langsung menyebabkan mereka dikutuk oleh Tuhan Yesus. Mereka dikutuk!
继续阅读“Apa Maksud Tuhan Yesus Saat Dia Berkata “Selesai Sudah” di Kayu Salib?”

Tuhan Telah Datang Kembali, Sehingga Aku Tidak Lagi Menjalani Kehidupan Yang Penuh Dengan Ritual Keagamaan

Catatan Editor

Mengikuti ritual gereja suci, pengakuan dosa, misa, berdoa dan membaca kitab suci, dan merayakan acara keagamaan, ini adalah tata cara yang telah dipegang oleh semua orang Katolik yang percaya kepada Tuhan selama dua ribu tahun. Mereka berpikir bahwa ketika mereka mematuhi upacara keagamaan ini maka ini akan menyenangkan hati Tuhan. Seorang anggota gereja yang baru ini juga tidak pernah meragukan apakah yang ia lakukan ini sejalan dengan kehendak Tuhan, hingga ia menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, barulah ia memiliki pemahaman yang baru tentang mematuhi ritual keagamaan dalam agama Katolik. Mari kita melihat bersama pengalamannya.

Mematuhi ritual keagamaan membuat hati yang berapi-api berubah menjadi dingin

Aku lahir di keluarga Katolik dan sejak kecil aku membaca doa bersama orang tua aku. Saat itu, orang yang percaya pada Tuhan akan dianiaya oleh pemerintah Komunis Tiongkok. Begitu ada seseorang yang melaporkan, maka kami akan berada dalam bahaya dan dapat ditangkap kapan saja. Tetapi meskipun demikian, ke mana pun Pastor pergi ke rumah seseorang untuk merayakan Misa, kami akan mencoba segala cara untuk ikut Misa, dan kami berpegang untuk membaca doa setiap harinya, dan mengucapkan doa yang berbeda pada upacara keagamaan yang berbeda sesuai dengan peraturan gereja, melakukan puasa besar dan kecil pada Jumat Agung, menyembah jalan salib, dll. Bahkan kami juga harus mematuhi banyak hari peringatan, seperti Hari Pembaptisan Tuhan, Jumat Agung, Paskah, Natal, dll. Pastor berkata bahwa dengan menjalankan upacara-upacara ini, berarti kami menyembah Tuhan, dan kita adalah orang percaya yang saleh, dan hal ini berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika Tuhan datang kembali, kami akan dibawa masuk ke surga.

继续阅读“Tuhan Telah Datang Kembali, Sehingga Aku Tidak Lagi Menjalani Kehidupan Yang Penuh Dengan Ritual Keagamaan”

Apa yang dimaksud dengan Injil? Sudahkah Anda mendapatkan Injil kekal?

injil turunnya kerajaan tuhan | Apa yang dimaksud dengan Injil? Sudahkah Anda mendapatkan Injil kekal?

Injil menyiratkan kabar baik. Sejak awal Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama, Tuhan secara pribadi memanggil Musa. Melalui Musa, Tuhan menyampaikan 613 hukum-hukum kepada orang Israel, dan menggunakan hukum-hukum ini untuk memimpin manusia. Bagi orang Israel, hukum-hukum ini adalah kabar baik yang Tuhan berikan kepada orang Israel, yaitu, Injil Tuhan datang kepada mereka. Ini menandakan bahwa Tuhan Yahweh secara pribadi memimpin mereka, secara nyata dan jelas muncul di tengah-tengah mereka. Tuhan Yahweh berkata: “Dan menunjukkan belas kasihan kepada ribuan orang yang mengasihi Aku dan yang berpegang kepada perintah-perintah-Ku” (Ulangan 5:10). Oleh karena itu, orang Israel takut akan Tuhan, menaati hukum-hukum Tuhan, dan tidak menyimpang dari Injil Tuhan, sehingga mereka diberkati oleh Yahweh dari generasi ke generasi untuk generasi.

Pada periode akhir dari Zaman Hukum Taurat, karena manusia menjadi semakin rusak dan kehilangan rasa takut akan Tuhan, manusia menjadi semakin tidak mampu untuk menaati hukum-hukum, dan dosa semakin banyak, sehingga pada akhirnya hukum Tuhan Yahweh tidak dapat lagi mencapai efek yang seharusnya pada mereka. Bahkan jika ada korban penghapus dosa, tetapi karena melakukan terlalu banyak dosa, manusia tidak memiliki ternak sulung yang tidak cacat yang cukup untuk dipersembahkan, maka mereka mempersembahkan ternak yang lumpuh dan buta sebagai korban di atas mezbah Yahweh, yang menyebabkan dosa-dosa manusia tidak bisa diampuni. Jika ini terus berlanjut, dosa-dosa yang manusia hanya akan menjadi semakin banyak. Karena watak Tuhan yang benar, manusia akan mati di bawah kutukan Tuhan, dan makna Tuhan menciptakan manusia akan hilang. Oleh karena itu, sesuai dengan kebutuhan manusia yang rusak, dan sesuai dengan rencana pengelolaan Tuhan, Tuhan Yesus berinkarnasi menjadi daging dan menjadi Anak Manusia, mengantarkan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, yaitu Injil Tuhan Yesus Kristus.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus tahu bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia dalam daging, dan yang pertama mendengar Injil adalah para gembala di padang belantara Betlehem. Melalui malaikat, Tuhan memberitahu mereka kabar sukacita, “Jangan takut! Aku membawakan kalian kabar baik yang akan memberikan sukacita besar kepada semua orang. Hari ini di kota Daud seorang Juru Selamat telah lahir bagimu, Dia adalah Kristus, Tuhan” (Lukas 2:10-11). Tuhan Yesus bekerja selama tiga setengah tahun dan melakukan perjalanan ke seluruh desa Yudea, memberitakan Injil kerajaan surga, membuat manusia bertobat, menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat, melakukan tanda-tanda dan mukjizat, menganugerahkan kepada manusia kasih karunia yang berlimpah, bersabar terhadap manusia, mengampuni manusia, dan akhirnya dipakukan di kayu salib untuk dosa manusia, menjadi korban penghapus dosa bagi manusia dan menuntaskan semua pekerjaan penebusan umat manusia. Ayat Alkitab mengatakan: “Karena Tuhan begitu mengasihi dunia ini, Dia menyerahkan Anak Laki-Lakinya yang tunggal, sehingga barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan memiliki kehidupan kekal. Sebab Tuhan mengirim Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia, tetapi agar melalui-Nya dunia diselamatkan” (Yohanes 3:16-17). Perikop ini adalah inti dari Injil pada Zaman Kasih Karunia. Oleh karena itu, barang siapa yang menerima Injil Tuhan Yesus, selama mereka percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, mengaku dosa dan bertobat, dosa-dosa mereka akan diampuni.
继续阅读“Apa yang dimaksud dengan Injil? Sudahkah Anda mendapatkan Injil kekal?”

Apakah iman sejati itu? Bagaimana cara menguatkan iman terhadap Tuhan?

iman kristen | Apakah iman sejati itu? Bagaimana cara menguatkan iman terhadap Tuhan?

Apa itu iman? Bagaimana menghasilkan iman yang sejati?

Berbicara tentang apa itu iman, beberapa orang berpikir bahwa meninggalkan rumah dan karir kita, bekerja keras untuk Tuhan, menyebarkan injil ke berbagai tempat dan mendirikan gereja adalah perwujudan dari iman yang sejati kepada Tuhan. Namun apakah memiliki hal-hal ini berarti bahwa kita memiliki iman yang sejati kepada Tuhan? Jika inilah imam yang sejati, mengapa kita masih menjadi lemah dan negatif, dan salah paham dan mengadu kepada Tuhan? Beberapa orang bahkan menjadi putus asa dan kecewa terhadap Tuhan serta meninggalkan-Nya ketika kita mengalami bencana alam dan bencana buatan manusia, atau ada kesulitan dalam keluarga, mengalami penderitaan fisik dan seterusnya. Ini menunjukkan bekerja dan berkorban demi Tuhan dengan antusias, menanggung penderitaan serta membayar harga untuk Tuhan tidak berarti kita memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan iman?

Apakah iman sejati itu

Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam firman Tuhan. Firman Tuhan berkata: “Apa maksud kata ‘iman’? Iman adalah kepercayaan yang murni dan hati yang tulus yang harus manusia miliki ketika mereka tidak bisa melihat atau menyentuh sesuatu, ketika pekerjaan Tuhan tidak sesuai dengan gagasan manusia, ketika itu di luar jangkauan manusia. Inilah iman yang Aku maksudkan. Manusia membutuhkan iman selama masa-masa sulit dan selama pemurnian, dan iman adalah sesuatu yang diikuti oleh pemurnian; pemurnian dan iman tidak bisa terpisahkan. Bagaimana pun cara Tuhan bekerja, dan dalam lingkungan seperti apa pun engkau, engkau mampu mengejar kehidupan, dan mencari kebenaran, serta mencari pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, dan memiliki pemahaman tentang tindakan-tindakan-Nya, dan engkau mampu bertindak sesuai kebenaran. Melakukan semua itu adalah arti memiliki iman yang sejati, dan menunjukkan bahwa engkau belum kehilangan iman kepada Tuhan. Engkau hanya dapat memiliki iman yang sejati kepada Tuhan jika engkau mampu untuk teguh mengejar kebenaran melalui pemurnian, jika engkau mampu benar-benar mengasihi Tuhan dan tidak mengembangkan keraguan tentang Dia, jika apa pun yang Dia lakukan, engkau tetap melakukan kebenaran untuk memuaskan-Nya, dan jika engkau mampu mencari kehendak-Nya secara mendalam dan memikirkan kehendak-Nya.”
继续阅读“Apakah iman sejati itu? Bagaimana cara menguatkan iman terhadap Tuhan?”

Bagaimana Juruselamat Menyelamatkan Umat Manusia Saat Dia Datang?

yesus datang kedua kalinya | Bagaimana Juruselamat Menyelamatkan Umat Manusia Saat Dia Datang?

Saat kita membicarakan Juruselamat, semua orang percaya setuju bahwa pada akhir zaman, Dia akan datang ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia. Banyak nabi mengatakan Juruselamat akan datang pada akhir zaman. Jadi, siapakah Juruselamat itu? Masing-masing denominasi punya tafsir berbeda, dan masing-masing agama mengatakan hal berbeda tentang Dia. Siapakah Juruselamat sejati? Juruselamat sejati adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi beserta segala sesuatu, dan satu-satunya Tuhan yang benar, sang Pencipta. Hanya Tuhan yang menciptakan segalanya adalah satu-satunya Tuhan yang benar, dan hanya Tuhan yang benar dalam daging adalah Juruselamat yang bisa menyelamatkan umat manusia. Jika bukan Tuhan yang benar yang menciptakan segala sesuatu, dia bukanlah sang Pencipta dan tidak bisa menyelamatkan umat manusia. Ini sesuatu yang perlu kita perjelas. Ingat! Hanya ada satu Tuhan yang benar, dan hanya Tuhan yang berinkarnasi adalah Juruselamat. Hanya Tuhan yang benar dalam daging yang bisa mengungkapkan kebenaran dan sepenuhnya menyelamatkan umat manusia, serta membawa kita ke tempat tujuan yang indah. Ada banyak tuhan palsu, tidak perlu menyebutkan semuanya, tetapi hanya ada satu Juruselamat sejati. Jadi, siapa sebenarnya Juruselamat ini? 2.000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus datang dan berkata, “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17) Dia dahulu disalibkan untuk menebus dosa manusia. Dia menyelesaikan pekerjaan penebusan dan memulai Zaman Kasih Karunia, memungkinkan orang datang ke hadapan Tuhan, berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan, dan mengikuti Tuhan sampai sekarang. Ini pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Juruselamat, yang datang di antara manusia dan bekerja. Berdasarkan yang telah kita lihat sejauh ini, siapakah Juruselamat itu? Tuhan dalam daging yang secara pribadi datang untuk menyelamatkan umat manusia. Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan, mengampuni dosa manusia, tetapi orang-orang masih terus berbuat dosa dan tidak bisa mencapai pertobatan sejati. Penyelamatan Tuhan adalah membuat orang benar-benar bertobat, bukan hanya mengampuni dosa-dosa kita dan selesai. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berjanji akan kembali pada akhir zaman untuk sepenuhnya menyelamatkan umat manusia. Kini Juruselamat telah datang kembali dan ada di antara kita. Dia telah mengungkapkan banyak kebenaran untuk menyucikan manusia dan menyelamatkan kita dari dosa agar bisa sepenuhnya berpaling kepada Tuhan dan didapatkan oleh-Nya, lalu masuk ke tempat tujuan indah yang Dia siapkan untuk kita—kerajaan-Nya. Kini ada orang-orang di seluruh dunia yang telah mendengar suara Tuhan dan diangkat ke hadapan takhta-Nya. Mereka dihakimi dan ditahirkan oleh Tuhan, serta memiliki kesaksian yang luar biasa. Mereka para pemenang yang telah disempurnakan oleh Tuhan. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mendengar suara Tuhan, yang belum pernah melihat penampakan dan pekerjaan Tuhan. Itulah mengapa kita saat ini memberikan kesaksian tentang bagaimana Juruselamat menyelamatkan umat manusia.
继续阅读“Bagaimana Juruselamat Menyelamatkan Umat Manusia Saat Dia Datang?”