Bagaimana Hubunganmu dengan Tuhan?

renungan harian online | Bagaimana Hubunganmu dengan Tuhan?

Dalam memercayai Tuhan, setidaknya engkau harus berusaha membina hubungan yang normal dengan Tuhan. Tanpa hubungan yang normal dengan Tuhan, maka makna kepercayaanmu kepada Tuhan pun hilang. Membina hubungan yang normal dengan Tuhan sepenuhnya dapat dicapai dengan menenangkan hatimu di hadirat Tuhan. Hubungan yang normal dengan Tuhan berarti mampu untuk tidak meragukan ataupun mengingkari pekerjaan Tuhan dan tunduk pada pekerjaan Tuhan itu. Itu berarti memiliki niat yang benar di hadirat Tuhan, tidak menyusun rencana sendiri, selalu menjadikan kepentingan keluarga Tuhan sebagai yang terpenting dalam segala hal; ini berarti menerima pemeriksaan Tuhan, dan menaati pengaturan-Nya. Engkau harus mampu menenangkan hatimu di hadirat Tuhan dalam segala hal yang engkau lakukan. Bahkan andaipun engkau tidak memahami kehendak Tuhan, engkau harus tetap memenuhi tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Begitu kehendak Tuhan telah diungkapkan kepadamu, bertindaklah, dan itu tidak akan terlambat. Apabila hubunganmu dengan Tuhan telah menjadi normal, engkau juga akan memiliki hubungan yang normal dengan orang-orang. Semuanya dibangun atas dasar firman Tuhan. Dengan makan dan minum firman Tuhan, kemudian menerapkan tuntutan Tuhan, arahkanlah sudut pandangmu dengan benar, dan jangan melakukan hal-hal yang melawan Tuhan atau mengacaukan gereja. Jangan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan saudara-saudarimu, jangan mengucapkan hal-hal yang tidak berguna bagi orang lain, jangan melakukan hal-hal yang memalukan. Bersikaplah adil dan terhormat dalam segala hal yang kau lakukan, dan pastikan bahwa setiap tindakanmu layak di hadapan Tuhan. Meskipun daging terkadang lemah, engkau harus mampu mengutamakan kepentingan keluarga Tuhan, tanpa keserakahan untuk keuntungan pribadi, dan engkau harus mampu bertindak dengan benar. Apabila engkau dapat melakukan penerapan seperti ini, hubunganmu dengan Tuhan akan menjadi normal.

继续阅读“Bagaimana Hubunganmu dengan Tuhan?”

Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati?

saat teduh hari ini 2021 | Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati?

Mungkin perjalanan imanmu kepada Tuhan sudah lebih dari satu atau dua tahun, dan mungkin selama bertahun-tahun ini kamu telah mengalami banyak kesulitan dalam hidupmu; atau mungkin kamu belum mengalami kesulitan namun sebaliknya malah menerima banyak kasih karunia. Mungkin juga kamu belum mengalami kesulitan atau kasih karunia, tetapi menjalani kehidupan yang paling biasa. Terlepas dari itu, kamu masih merupakan pengikut Tuhan, jadi mari kita bersekutu tentang hal mengikut Dia. Namun, Aku harus mengingatkan semua orang yang membaca ini bahwa firman Tuhan ditujukan kepada semua orang yang mengakui Tuhan dan semua orang yang mengikut Tuhan, bukan kepada semua orang pada umumnya, termasuk mereka yang tidak mengakui Tuhan. Jika kamu percaya bahwa Tuhan berbicara kepada orang banyak, kepada semua orang di dunia, firman Tuhan tidak akan berpengaruh bagimu. Jadi, kamu harus menyimpan semua firman di dalam hatimu, dan jangan menempatkan dirimu di luar lingkup firman. Bagaimanapun juga, mari kita bicara tentang apa yang terjadi di rumah kita.

继续阅读“Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati?”

Orang-orang hidup di dunia untuk ketenaran, keuntungan, makanan, pakaian, dan kesenangan. Mereka menjalani hidup yang sibuk, tetapi pada akhirnya mereka masih kosong. Saya tidak mengerti, bagaimana hidup seseorang bisa bermakna dan berharga?

Renungan Kristen Hari ini | Orang-orang hidup di dunia untuk ketenaran, keuntungan, makanan, pakaian, dan kesenangan. Mereka menjalani hidup yang sibuk, tetapi pada akhirnya mereka masih kosong. Saya tidak mengerti, bagaimana hidup seseorang bisa bermakna dan berharga?

Firman Tuhan yang Relevan:

Sejak manusia menemukan ilmu-ilmu sosial, pikiran manusia telah menjadi disibukkan dengan ilmu dan pengetahuan. Kemudian ilmu dan pengetahuan telah menjadi alat yang digunakan untuk memerintah umat manusia, dan tidak ada lagi ruang yang cukup bagi manusia untuk menyembah Tuhan, dan tidak ada lagi suasana yang mendukung penyembahan kepada Tuhan. Kedudukan Tuhan telah turun semakin rendah di hati manusia. Tanpa Tuhan di dalam hatinya, dunia batin manusia gelap, tanpa pengharapan dan hampa. Selanjutnya banyak ilmuwan sosial, ahli sejarah, dan politisi telah bermunculan untuk mengungkapkan teori-teori ilmu sosial, teori evolusi manusia, serta teori-teori lainnya yang bertentangan dengan kebenaran bahwa Tuhan menciptakan manusia, untuk memenuhi hati dan pikiran manusia. Dan dengan demikian, mereka yang percaya bahwa Tuhan yang menciptakan segalanya telah menjadi semakin sedikit, dan mereka yang percaya pada teori evolusi menjadi semakin banyak jumlahnya. Semakin lama semakin banyak orang yang memperlakukan catatan tentang pekerjaan Tuhan dan firman-Nya pada zaman Perjanjian Lama sebagai mitos dan legenda. Di dalam hati mereka, orang menjadi acuh tak acuh pada martabat dan kebesaran Tuhan, pada prinsip bahwa Tuhan itu ada dan berkuasa atas segala sesuatu. Kelangsungan hidup umat manusia dan nasib negara-negara serta bangsa-bangsa tidak penting lagi bagi mereka, dan manusia hidup dalam dunia hampa yang hanya mengurusi makan, minum, dan mengejar kesenangan. … Hanya sedikit orang yang menyadari kewajibannya untuk mencari tempat di mana Tuhan melakukan pekerjaan-Nya saat ini, atau mencari tahu bagaimana Dia mengendalikan dan mengatur tempat tujuan manusia. Dengan demikian, tanpa sepengetahuan manusia, peradaban manusia menjadi semakin tidak mampu memenuhi keinginan manusia, dan bahkan banyak orang yang merasa bahwa, dengan hidup di dunia seperti itu, mereka merasa tidak lebih berbahagia dibandingkan orang-orang yang sudah meninggal. Bahkan orang-orang yang berasal dari negara-negara yang tadinya berperadaban tinggi pun mengutarakan keluhan seperti ini. Karena tanpa tuntunan Tuhan, berapa banyak pun penguasa dan ahli sosiologi yang memeras otak mereka untuk melestarikan peradaban manusia, semuanya sia-sia saja. Tak seorang pun dapat mengisi kehampaan dalam hati manusia, karena tak seorang pun dapat menjadi hidup manusia, dan tidak ada teori sosial yang dapat membebaskan manusia dari kehampaan yang dideritanya. Ilmu, pengetahuan, kebebasan, demokrasi, kesenangan, hiburan: semua ini hanya memberikan penghiburan yang sementara bagi manusia. Bahkan dengan hal-hal ini, manusia pasti akan berbuat dosa dan meratapi ketidakadilan yang ada di masyarakat. Hal-hal ini tidak dapat mengekang keinginan dan hasrat manusia untuk mencari. Ini karena manusia diciptakan oleh Tuhan dan pengorbanan serta pencarian manusia yang sia-sia hanya dapat membawa manusia pada semakin banyak kesedihan dan hanya dapat menyebabkan manusia berada dalam keadaan ketakutan, tidak akan tahu cara menghadapi masa depan umat manusia, atau cara menghadapi perjalanan yang terbentang di depan. Manusia bahkan akan menjadi takut terhadap ilmu dan pengetahuan, dan bahkan lebih takut lagi terhadap perasaan hampa. Di dunia ini, terlepas dari apakah engkau tinggal di negara yang menganut kebebasan atau di negara yang tidak mengakui hak asasi manusia, engkau sama sekali tak dapat meluputkan diri dari nasib umat manusia. Apakah engkau adalah yang memerintah atau yang diperintah, engkau sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari keinginan untuk menyelidiki nasib, misteri, dan tempat tujuan umat manusia, apalagi melepaskan dirimu dari perasaan hampa yang membingungkan. Fenomena seperti ini, yang lazim dialami oleh semua umat manusia, disebut fenomena sosial oleh para ahli sosiologi, tetapi belum ada satu pun orang hebat yang mampu memecahkan masalah tersebut. Manusia, bagaimanapun juga, hanyalah manusia, dan kedudukan serta kehidupan Tuhan tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Umat manusia tidak hanya membutuhkan masyarakat yang adil, tempat di mana setiap orang mendapat cukup makanan dan diperlakukan dengan setara serta mendapat kebebasan, yang dibutuhkan umat manusia adalah keselamatan Tuhan dan perbekalan-Nya untuk kehidupan mereka. Ketika manusia menerima keselamatan Tuhan dan perbekalan-Nya untuk kehidupan mereka, barulah kerinduan untuk mencari, dan kehampaan rohani manusia dapat terpenuhi.

继续阅读“Orang-orang hidup di dunia untuk ketenaran, keuntungan, makanan, pakaian, dan kesenangan. Mereka menjalani hidup yang sibuk, tetapi pada akhirnya mereka masih kosong. Saya tidak mengerti, bagaimana hidup seseorang bisa bermakna dan berharga?”

Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri I” – Kutipan 24

Renungan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri I” – Kutipan 24

Tuhan Menciptakan Hawa

Kejadian 2:18-20 Lalu Tuhan Yahweh berfirman: “Tidak baik manusia sendirian, Aku akan menjadikan seorang penolong yang sepadan dengannya.” Dari tanah, Tuhan Yahweh membentuk segala binatang di padang, dan segala burung di udara. Dia membawanya kepada Adam untuk melihat bagaimana ia akan menamai mereka: dan setiap nama yang Adam berikan kepada setiap makhluk yang hidup, demikianlah nama mereka kemudian. Adam menamai semua ternak, dan burung di udara, dan setiap binatang di padang; tetapi bagi Adam tidak ditemukan penolong yang sepadan baginya.

Kejadian 2:22-23 Dan dari tulang rusuk yang diambil Tuhan Yahweh dari manusia itu, Dia menjadikan seorang wanita, lalu dibawanya kepada manusia itu. Lalu Adam berkata, “Inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku: ia akan disebut perempuan, karena ia diambil dari laki-laki.”

Ada beberapa frasa kunci dalam bagian kitab suci ini. Tolong digarisbawahi: “setiap nama yang Adam berikan kepada setiap makhluk yang hidup, demikianlah nama mereka kemudian.” Jadi, siapa yang memberi nama kepada semua makhluk hidup? Adam, bukan Tuhan. Frasa ini mengatakan sebuah fakta kepada umat manusia: Tuhan memberikan kecerdasan kepada manusia ketika Ia menciptakannya. Artinya, kecerdasan manusia berasal dari Tuhan. Ini adalah hal yang pasti. Tetapi kenapa? Setelah Tuhan menciptakan Adam, apakah Adam pergi ke sekolah? Apakah ia tahu bagaimana cara membaca? Setelah Tuhan menciptakan berbagai makhluk hidup, apakah Adam mengenali semua binatang ini? Apakah Tuhan memberitahukan kepadanya apa nama-nama mereka? Tentu saja Tuhan juga tidak mengajarinya bagaimana cara menemukan nama untuk makhluk-makhluk ini. Itulah yang sebenarnya! Lalu, bagaimana ia bisa tahu bagaimana cara memberikan nama untuk makhluk-makhluk hidup ini dan nama jenis apa yang harus diberikan kepada mereka? Ini terkait dengan pertanyaan apa yang Tuhan tambahkan kepada Adam ketika Ia menciptakannya. Fakta membuktikan bahwa ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia telah menambahkan kecerdasan-Nya kepada manusia. Ini adalah poin yang sangat penting. Apakah engkau semua mendengarkan dengan saksama? Ada poin penting lain yang harus engkau semua ketahui dengan jelas: Setelah Adam memberi nama kepada makhluk-makhluk hidup itu, nama-nama ini menjadi nama tetap mereka dalam kosakata Tuhan. Mengapa Aku berkata demikian? Ini juga melibatkan watak Tuhan dan Aku harus menjelaskannya.

继续阅读“Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri I” – Kutipan 24″

Siklus Kehidupan dan Kematian Berbagai Orang Beriman

Kita baru saja membahas siklus kehidupan dan kematian orang-orang di kategori pertama, orang-orang tidak percaya. Sekarang, marilah kita bahas siklus di kategori kedua, berbagai macam orang beriman. “Siklus kehidupan dan kematian berbagai macam orang beriman” juga merupakan topik yang sangat penting, dan engkau semua sangat perlu memiliki sedikit pemahaman tentang hal itu. Pertama, marilah kita bicara tentang mengacu pada iman manakah kata “iman” dalam “orang-orang beriman”: itu mengacu pada kepercayaan Yudaisme, Kristen, Katolik, , dan Buddha, kelima agama besar. Selain dari orang-orang tidak percaya, orang-orang yang percaya pada kelima agama ini memenuhi sebagian besar penduduk dunia. Di antara kelima agama ini, hanya sedikit orang yang benar-benar beriman, tetapi agama-agama ini memiliki banyak pengikut. Mereka akan pergi ke sebuah tempat yang berbeda ketika mereka meninggal. “Berbeda” dari siapa? Dari orang-orang tidak percaya—orang-orang yang tidak beriman—yang baru saja kita bicarakan. Setelah mereka meninggal, orang-orang percaya dari kelima agama ini pergi ke tempat lain, suatu tempat yang berbeda dari orang-orang tidak percaya. Namun, prosesnya sama; dunia roh juga akan membuat penilaian tentang mereka berdasarkan segala hal yang telah mereka lakukan sebelum mereka meninggal, yang sesudahnya mereka akan diproses sesuai dengan hal tersebut. Tetapi, mengapa orang-orang ini dikirim ke sebuah tempat yang berbeda untuk diproses? Ada alasan penting untuk hal ini. Apakah ini? Aku akan menjelaskannya padamu dengan menggunakan sebuah contoh. Tetapi sebelumnya, engkau semua mungkin berpikir sendiri: “Mungkin itu karena mereka punya sedikit kepercayaan kepada Tuhan! Mereka bukan sepenuhnya orang-orang tidak percaya.” Namun, bukan ini alasannya. Ada alasan yang sangat penting mengapa mereka dipisahkan dari yang lain.

继续阅读“Siklus Kehidupan dan Kematian Berbagai Orang Beriman”

Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” – Kutipan 33

bacaan firman tuhan hari ini – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” – Kutipan 33

Tuhan Tidak Peduli Jikalau Manusia Bodoh—Dia hanya Meminta agar Manusia Benar

Dalam Kejadian 22:2, Tuhan memberikan perintah berikut kepada Abraham: “Ambillah anak lelakimu, anak lelakimu satu-satunya, Ishak, yang engkau kasihi, bawalah ia ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran, di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Maksud Tuhan jelas: Dia mengatakan kepada Abraham untuk mempersembahkan putra tunggalnya, Ishak, yang ia kasihi, sebagai korban bakaran. Memandang hal ini pada zaman sekarang, apakah perintah Tuhan tetap sangat bertentangan dengan pemahaman manusia? Ya! Semua yang dilakukan Tuhan pada waktu itu sangat bertentangan dengan pemahaman manusia dan tidak dapat dipahami manusia. Menurut pemahaman manusia, orang percaya sebagai berikut: Ketika seseorang tidak percaya, dan berpikir bahwa hal itu tidak mungkin, Tuhan memberikan kepadanya seorang anak laki-laki, dan setelah ia memperoleh anak laki-laki, Tuhan meminta kepadanya untuk mempersembahkan anak laki-laki tersebut—betapa luar biasa! Sebetulnya, apa yang bermaksud Tuhan lakukan? Apa tujuan Tuhan sebenarnya? Dia tanpa syarat mengaruniakan seorang anak kepada Abraham, namun Dia juga meminta Abraham untuk memberikan korban persembahan tanpa syarat. Apakah ini berlebihan? Dari sudut pandang pihak ketiga, ini bukan hanya berlebihan, tetapi ini juga merupakan hal yang “menciptakan masalah dari yang tadinya tidak ada masalah.” Namun, Abraham sendiri tidak percaya bahwa Tuhan meminta terlalu banyak. Meskipun ia memiliki sedikit pemikiran, dan sedikit curiga terhadap Tuhan, ia tetap siap untuk mempersembahkan korban bakaran. Pada titik ini, apa yang engkau lihat yang membuktikan bahwa Abraham bersedia mengorbankan anaknya? Apa yang dikatakan dalam kalimat-kalimat ini? Teks asli memberikan catatan berikut: “Maka Abraham bangun pagi-pagi benar dan memasang pelana keledainya lalu membawa dua orang bujang bersamanya dan Ishak anaknya; ia juga membelah kayu untuk korban bakaran itu lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang diperintahkan Tuhan kepadanya” (Kejadian 22:3). “Tibalah mereka ke tempat yang Tuhan tunjukkan kepadanya, lalu Abraham mendirikan mezbah di sana, menyusun kayu dan mengikat Ishak, anaknya dan membaringkannya di mezbah itu, di atas kayu. Lalu Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anak lelakinya” (Kejadian 22:9-10). Ketika Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anak lelakinya, apakah tindakannya itu dilihat oleh Tuhan? Ya. Keseluruhan proses—dari sejak awal, ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, hingga saat Abraham benar-benar mengangkat pisaunya untuk menyembelih anak lelakinya—menunjukkan kepada Tuhan hati Abraham, dan terlepas dari kebodohan, ketidaktahuan, dan kesalahpahaman Abraham sebelumnya akan Tuhan, pada waktu itu, hati Abraham untuk Tuhan adalah benar dan jujur, dan ia benar-benar mau mengembalikan Ishak, putra yang diberikan kepadanya, kepada Tuhan. Di dalam dirinya, Tuhan melihat ketaatan—ketaatan yang sangat Dia inginkan.

继续阅读“Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” – Kutipan 33″

Firman Tuhan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI” – Kutipan 159

Renungan harian online adalah jembatan Anda untuk mendekat dengan Tuhan setiap hari.

Firman Tuhan Hari ini – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI” – Kutipan 159

Setiap saat Iblis merusak manusia atau menimbulkan bahaya yang tak terkendali, Tuhan tidak berdiam diri saja, demikian pula Dia tidak mengesampingkan atau menutup mata terhadap orang-orang yang telah dipilih-Nya. Semua yang Iblis lakukan sangat jelas dan dipahami oleh Tuhan. Tidak peduli apa pun yang Iblis lakukan, tidak peduli ia menyebabkan munculnya tren apa, Tuhan tahu semua yang Iblis sedang coba untuk lakukan, dan Tuhan tidak menyerahkan mereka yang telah dipilih-Nya. Sebaliknya, tanpa menarik perhatian, secara tenang dan diam-diam, Tuhan melakukan segala sesuatu yang diperlukan. Ketika Tuhan memulai pekerjaan-Nya pada seseorang, ketika Dia telah memilih seseorang, Dia tidak menyatakannya kepada siapa pun, Dia juga tidak menyatakannya kepada Iblis, apalagi membuat gerakan yang besar. Dia hanya melakukan apa yang diperlukan secara diam-diam dan sangat wajar. Pertama, Dia memilih sebuah keluarga bagimu; apa latar belakang keluarga itu, siapa orang tuamu, siapa nenek moyangmu—semua ini sudah ditetapkan oleh Tuhan. Dengan kata lain, ini bukan keputusan yang dibuat oleh-Nya secara mendadak, tetapi ini adalah pekerjaan yang telah dimulai sejak lama. Setelah Tuhan memilih sebuah keluarga untukmu, Dia juga memilih tanggal engkau akan dilahirkan. Tak lama kemudian, Tuhan menyaksikan engkau menangis saat lahir ke dunia, menyaksikan kelahiranmu, menyaksikan saat engkau mengucapkan kata-katamu yang pertama, menyaksikan saat engkau tersandung dan melangkahkan kaki dengan tertatih-tatih untuk pertama kalinya belajar cara berjalan. Pertama engkau melangkahkan satu kaki dan kemudian engkau melangkahkan kaki yang lain … sekarang engkau dapat berlari, sekarang engkau dapat melompat, sekarang engkau dapat berbicara, sekarang engkau dapat menyatakan perasaanmu. Sementara manusia bertumbuh, pandangan Iblis tertuju pada masing-masing dari mereka, bagaikan harimau yang sedang mengincar mangsanya. Tetapi dalam melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan tidak pernah mengalami keterbatasan karena manusia, peristiwa atau benda, ruang atau waktu; Dia melakukan apa yang seharusnya dan melakukan apa yang memang harus dilakukan-Nya. Dalam proses bertumbuh dewasa, engkau mungkin menjumpai banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginanmu, menghadapi penyakit dan frustrasi. Tetapi sementara engkau menapak jalan ini, kehidupan dan masa depanmu benar-benar berada dalam pemeliharaan Tuhan. Tuhan memberi engkau jaminan tulus yang akan berlangsung sepanjang hidupmu, karena Dia berada tepat di sampingmu, menjaga dan memeliharamu. Tanpa menyadari hal ini, engkau tumbuh dewasa. Engkau mulai bersentuhan dengan hal-hal baru dan mulai mengenal dunia ini dan umat manusia. Segalanya segar dan baru bagimu. Engkau suka mengerjakan urusanmu sendiri dan engkau suka melakukan apa yang engkau suka. Engkau hidup dalam kemanusiaanmu sendiri, engkau tinggal dalam alam kehidupanmu sendiri dan engkau tidak memiliki persepsi sedikit pun tentang keberadaan Tuhan. Namun Tuhan mengawasimu di setiap langkah jalanmu sementara engkau bertumbuh, dan mengawasimu setiap kali engkau mengambil langkah maju. Bahkan ketika engkau belajar pengetahuan, atau belajar sains, tidak pernah selangkah pun Tuhan meninggalkan sisimu. Engkau sama saja dengan orang lain dalam arti bahwa, dalam rangka mengenal dan bersentuhan dengan dunia, engkau telah menetapkan cita-citamu sendiri, engkau memiliki kegemaranmu sendiri, minatmu sendiri, dan engkau juga memiliki ambisi yang mulia. Engkau sering merenungkan masa depanmu sendiri, sering menggambarkan secara garis besar tentang bagaimana seharusnya masa depanmu. Tetapi tidak peduli apa pun yang terjadi di sepanjang perjalanan itu, Tuhan melihat semuanya dengan pandangan yang jernih. Mungkin engkau sendiri telah melupakan masa lalumu, tetapi bagi Tuhan, tidak ada orang yang dapat memahami engkau lebih baik daripada Dia. Engkau hidup di bawah pandangan Tuhan, bertumbuh dewasa. Selama jangka waktu ini, tugas terpenting Tuhan adalah sesuatu yang tidak pernah dipahami oleh siapa pun, sesuatu yang tidak diketahui oleh siapa pun. Tuhan tentu saja tidak memberitahumu tentang hal itu. Apakah hal yang terpenting ini? Dapat dikatakan ini adalah jaminan bahwa Tuhan akan menyelamatkan seseorang. Ini berarti bahwa Tuhan ingin menyelamatkan orang tersebut, jadi Dia harus melakukan hal ini, dan tugas ini sangat penting baik bagi manusia maupun Tuhan. Apakah engkau semua mengetahui hal ini? Sepertinya engkau semua tidak mempunyai perasaan atau konsep apa pun tentang hal ini, jadi Aku akan memberitahumu. Sejak saat engkau dilahirkan hingga saat ini, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan terhadap engkau, tetapi Dia tidak memberimu catatan yang terperinci tentang segala hal yang telah dilakukan-Nya. Tuhan tidak memperkenankan engkau untuk mengetahuinya, dan Dia tidak memberitahumu, bukan? Namun, bagi manusia, segala hal yang dilakukan-Nya itu penting. Bagi Tuhan, itu adalah sesuatu yang harus dilakukan-Nya. Di dalam hati-Nya ada hal penting yang perlu Dia lakukan, jauh melebihi semua hal ini. Apakah itu? Yaitu, sejak saat manusia dilahirkan hingga sekarang, Tuhan harus menjamin keselamatan mereka masing-masing. Setelah mendengar perkataan ini, engkau semua mungkin merasa sepertinya engkau tidak sepenuhnya mengerti, dan berkata, “Apakah keselamatan ini begitu penting?” Jadi apa arti harfiah dari “keselamatan”? Mungkin engkau semua memahaminya sebagai kedamaian atau mungkin engkau semua memahaminya sebagai tidak pernah mengalami bencana atau malapetaka, hidup dengan baik, menjalani kehidupan yang normal. Tetapi dalam hatimu, engkau harus tahu bahwa masalahnya tidaklah sesederhana itu. Jadi, apa sebenarnya hal yang sedang Aku bicarakan ini, yang harus dilakukan oleh Tuhan? Apa arti keselamatan bagi Tuhan? Apakah ini benar-benar jaminan atas keselamatanmu? Sama seperti sekarang ini? Tidak. Jadi, apa yang Tuhan lakukan? Keselamatan ini berarti engkau tidak dilahap oleh Iblis. Apakah ini penting? Engkau tidak dilahap oleh Iblis, jadi apakah ini menyangkut keselamatanmu atau tidak? Ini menyangkut keselamatan pribadimu, dan tidak ada sesuatu pun yang lebih penting. Begitu engkau telah dilahap oleh Iblis, baik rohmu mau pun dagingmu bukan lagi milik Tuhan. Tuhan tidak akan menyelamatkanmu lagi. Tuhan meninggalkan roh yang seperti itu dan meninggalkan orang yang seperti itu. Jadi Aku katakan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan Tuhan adalah untuk menjamin keselamatanmu, untuk menjamin bahwa engkau tidak akan dilahap oleh Iblis. Ini sangat penting, bukan? Jadi mengapa engkau semua tidak dapat menjawabnya? Sepertinya engkau semua tidak dapat merasakan kebaikan Tuhan yang besar!

Dikutip dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia” – Kutipan 219

Bagaimana orang Kristen melakukan renungan rohani agar hubungan dengan Tuhan menjadi lebih normal? renungan harian kristen hari ini membantu Anda memasuki kehidupan rohani yang normal dan lebih dekat dengan Tuhan.

Firman Tuhan Hari ini – “Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia” – Kutipan 219

Sekaranglah saatnya Roh-Ku mengerjakan perkara-perkara besar, dan saatnya Aku memulai pekerjaan-Ku di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Bahkan, sekaranglah saatnya Aku mengelompokkan semua makhluk ciptaan, menempatkan setiap mereka ke dalam kategorinya masing-masing, sehingga pekerjaan-Ku dapat berlangsung lebih cepat dan lebih efektif. Dengan demikian, yang Kuminta darimu adalah supaya engkau mempersembahkan seluruh keberadaanmu untuk pekerjaan-Ku, dan terlebih lagi, supaya engkau memahami dengan jelas dan memastikan seluruh pekerjaan yang sudah Kukerjakan dalam dirimu, serta mengerahkan seluruh kekuatanmu agar pekerjaan-Ku menjadi lebih efektif. Inilah yang harus kaupahami. Berhentilah bertengkar di antaramu, mencari-cari jalan mundur, atau mencari-cari kenyamanan daging, yang dapat menunda pekerjaan-Ku dan merusak masa depanmu yang indah. Bersikap seperti itu tidak akan mendatangkan perlindungan bagimu, melainkan akan mendatangkan kebinasaan bagimu. Bukankah tindakan seperti ini bodoh? Apa yang kaunikmati kini dengan serakah adalah hal yang merusak masa depanmu, sedangkan kesusahan yang kaualami kini adalah hal yang melindungimu. Engkau harus benar-benar waspada terhadap hal-hal ini, agar dapat menghindar dari pencobaan yang akan susah kaulepaskan dan untuk menghindar dari jebakan kabut tebal yang menghalangi matahari. Saat kabut tebal itu pergi, kau akan mendapati dirimu berada dalam penghakiman pada hari yang besar itu. Saat itu, hari-Ku sudah mendekati umat manusia. Bagaimana kau akan meloloskan diri dari penghakiman-Ku? Bagaimana kau akan dapat menahan panas terik matahari itu? Saat Kukaruniakan kelimpahan-Ku kepada manusia, dia tidak menghargainya baik-baik, malah membuangnya begitu saja ke tempat di mana orang tidak akan memperhatikannya. Saat hari-Ku menghampiri manusia, dia tak akan lagi bisa mendapati kelimpahan-Ku atau menemukan kata-kata kebenaran yang pahit yang sudah Kuucapkan kepadanya dahulu. Dia akan meratap dan menangis, sebab dia sudah kehilangan terang yang berkilau itu dan jatuh ke dalam kegelapan. Apa yang engkau lihat hari ini hanyalah pedang mulut-Ku yang tajam. Engkau belum melihat cambuk di tangan-Ku atau api yang Kupakai untuk menghanguskan manusia, dan itulah mengapa engkau masih tetap angkuh dan seenaknya di hadirat-Ku. Itulah mengapa engkau masih menantang-Ku di rumah-Ku, berbantah dengan lidah manusia apa yang sudah Kuucapkan dengan mulut-Ku. Manusia tidak takut terhadap-Ku, dan meskipun dia terus saja bermusuhan dengan-Ku hingga saat ini, dia masih tidak merasa takut sama sekali. Engkau memiliki lidah dan gigi pendosa di mulutmu. Perkataan dan perbuatanmu seperti perkataan dan perbuatan si ular yang menggoda Hawa hingga jatuh dalam dosa. Terhadap satu sama lain engkau menuntut mata ganti mata dan gigi ganti gigi, dan engkau bergumul di hadirat-Ku untuk memperebutkan kedudukan, kemasyhuran, dan keuntungan diri sendiri, tetapi engkau tidak sadar bahwa diam-diam Aku mengawasi kata-kata dan perbuatanmu. Bahkan sebelum engkau datang ke hadirat-Ku pun, Aku sudah mengetahui apa yang ada di dasar hatimu. Manusia selalu berharap untuk dapat lolos dari cengkeraman tangan-Ku dan menghindar dari pengamatan mata-Ku, tetapi kata-kata dan perbuatannya tak pernah luput dari-Ku. Justru, Aku sengaja membiarkan kata-kata dan perbuatan itu tertangkap mata-Ku, sehingga Aku bisa menghajar kefasikan manusia dan menjatuhkan penghakiman atas pemberontakannya. Demikianlah, kata-kata dan perbuatan manusia yang terselubung selalu tampak di hadapan kursi penghakiman-Ku, dan kursi penghakiman-Ku tak pernah meninggalkan manusia, sebab pemberontakannya sudah melampaui batas. Pekerjaan-Ku ialah membakar dan menyucikan segala perkataan dan perbuatan manusia yang terucap dan dilakukan di hadirat Roh-Ku. Dengan cara ini, saat Aku meninggalkan bumi, manusia akan tetap sanggup mempertahankan kesetiaan mereka kepada-Ku, dan masih akan melayani-Ku sebagai para pelayan-Ku yang kudus yang melaksanakan pekerjaan-Ku, membuat pekerjaan-Ku di bumi bisa terus berlanjut sampai kesudahannya.

Dikutip dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

继续阅读“Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia” – Kutipan 219″

Cara agar orang dapat mencapai pertobatan sejati

cara bertobat kristen | Cara agar orang dapat mencapai pertobatan sejati

Firman Tuhan yang Relevan:

 
Sekarang ini, kebanyakan orang memiliki pemahaman yang sangat dangkal tentang diri mereka sendiri. Mereka sama sekali belum mengetahui dengan jelas segala sesuatu yang merupakan bagian dari natur mereka. Mereka hanya mengetahui beberapa hal tentang keadaan rusak mereka, hal-hal yang cenderung mereka lakukan, atau beberapa dari kelemahan mereka, dan ini membuat mereka yakin bahwa mereka mengenal diri mereka sendiri. Selain itu, jika mereka mematuhi beberapa peraturan, memastikan bahwa mereka tidak membuat kesalahan di area-area tertentu, dan berhasil luput dari melakukan pelanggaran tertentu, mereka kemudian menganggap diri mereka memiliki kenyataan dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan dan menganggap bahwa mereka akan diselamatkan. Ini sepenuhnya adalah imajinasi manusia. Jika engkau mematuhi hal-hal itu, akankah engkau benar-benar dapat menahan diri untuk tidak melakukan pelanggaran? Akankah engkau mencapai perubahan sejati dalam watak? Akankah engkau benar-benar hidup dalam keserupaan dengan manusia? Dapatkah engkau benar-benar memuaskan Tuhan dengan cara seperti itu? Sama sekali tidak, itu pasti. Percaya kepada Tuhan hanya terjadi ketika seseorang memiliki standar-standar yang tinggi dan telah mendapatkan kebenaran serta mengalami beberapa perubahan dalam watak hidupnya. Jadi, jika pengetahuan manusia tentang dirinya sendiri terlalu dangkal, mereka akan mendapati bahwa mustahil bagi mereka untuk menyelesaikan masalah, dan watak hidup mereka sama sekali tidak akan berubah. Manusia perlu mengenal dirinya sendiri pada tingkat yang mendalam, yang berarti mengenal naturnya sendiri: unsur-unsur apa yang termasuk dalam natur tersebut, bagaimana hal-hal ini bermula, dan dari mana datangnya semua itu. Selain itu, apakah engkau benar-benar dapat membenci hal-hal ini? Sudahkah engkau melihat jiwamu yang buruk dan naturmu yang jahat? Jika engkau benar-benar dapat melihat kebenaran tentang dirimu, engkau akan mulai membenci dirimu sendiri. Ketika engkau membenci dirimu sendiri dan kemudian melakukan firman Tuhan, engkau akan dapat meninggalkan daging dan memiliki kekuatan untuk melakukan kebenaran tanpa kesulitan. Mengapa banyak orang mengikuti keinginan daging mereka? Karena mereka menganggap diri mereka cukup baik, merasa bahwa tindakan mereka benar dan dapat dibenarkan, bahwa mereka tidak memiliki kesalahan, dan bahkan merasa diri mereka sepenuhnya benar, oleh karena itulah, mereka mampu bertindak dengan asumsi bahwa keadilan ada di pihak mereka. Ketika seseorang mengenali seperti apa natur dirinya yang sebenarnya—betapa buruk, hina, dan menyedihkan naturnya—maka orang itu tidak terlalu bangga akan dirinya sendiri, tidak terlalu sombong, dan tidak begitu senang dengan dirinya sendiri seperti sebelumnya. Orang seperti itu merasa, “Aku harus bersungguh-sungguh dan rendah hati serta menerapkan beberapa firman Tuhan. Jika tidak, aku tidak akan memenuhi standar menjadi manusia, dan akan malu untuk hidup di hadirat Tuhan.” Dia kemudian benar-benar memandang dirinya sendiri tidak berharga, benar-benar tidak berarti. Pada saat ini, menjadi mudah baginya untuk melakukan kebenaran, dan dia akan tampak seperti manusia yang seharusnya. Hanya ketika manusia benar-benar membenci dirinya sendiri barulah mereka dapat meninggalkan daging. Jika mereka tidak membenci dirinya sendiri, mereka tidak akan dapat meninggalkan daging. Benar-benar membenci diri sendiri terdiri dari beberapa hal: pertama, mengenal naturnya sendiri; dan kedua, melihat dirinya sendiri miskin dan menyedihkan, melihat dirinya sendiri sangat kecil dan tidak penting, dan melihat jiwanya yang menyedihkan dan kotor. Ketika dia sepenuhnya melihat siapa dirinya yang sebenarnya, dan hasil ini dicapai, barulah dia benar-benar mendapatkan pengetahuan tentang dirinya sendiri, dan dapat dikatakan bahwa dia telah mengenal dirinya sepenuhnya. Baru pada saat itulah, dia dapat benar-benar membenci dirinya sendiri, bahkan sampai mengutuk dirinya sendiri, dan benar-benar merasa bahwa dia telah sangat dirusak oleh Iblis, sedemikian rupa sampai-sampai dia bahkan tidak menyerupai manusia. Kemudian, suatu hari, ketika ancaman kematian muncul, orang seperti itu akan berpikir, “Ini adalah hukuman Tuhan yang adil. Tuhan memang adil; aku pantas mati!” Pada titik ini, dia tidak akan menyimpan keluhan, apalagi menyalahkan Tuhan, semata-mata merasa bahwa dirinya sangat membutuhkan dan memprihatinkan, sangat kotor dan rusak sehingga dia harus dimusnahkan oleh Tuhan, dan jiwa seperti jiwanya tidak layak untuk hidup di bumi. Pada titik ini, orang ini tidak akan menentang Tuhan, apalagi mengkhianati Tuhan. Jika dia tidak mengenal dirinya sendiri, dan masih menganggap dirinya cukup baik, ketika kematian datang, orang ini akan berpikir, “Aku telah beriman dengan baik. Betapa kerasnya aku telah mencari! Aku telah memberi begitu banyak, aku telah sangat menderita, tetapi pada akhirnya, Tuhan sekarang memintaku untuk mati. Aku tidak tahu di mana keadilan Tuhan. Mengapa Dia memintaku untuk mati? Jika bahkan orang sepertiku harus mati, lalu siapa yang akan diselamatkan? Bukankah umat manusia akan berakhir?” Pertama, orang ini memiliki gagasan tertentu tentang Tuhan. Kedua, orang ini sedang mengeluh, dan tidak menunjukkan ketundukan sedikit pun. Ini sama seperti Paulus: ketika dia hampir mati, dia tidak mengenal dirinya sendiri, dan pada saat hukuman Tuhan sudah dekat, sudah terlambat untuk bertobat.

继续阅读“Cara agar orang dapat mencapai pertobatan sejati”

Engkau Harus Mempersiapkan Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu

Firman Tuhan Hari ini | Engkau Harus Mempersiapkan Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu 

Aku telah melakukan banyak pekerjaan di tengah-tengah engkau semua, serta menyampaikan sejumlah ucapan. Namun Aku selalu merasa firman-Ku dan pekerjaan-Ku belum sepenuhnya menggenapi tujuan pekerjaan-Ku di akhir zaman. Sebab di akhir zaman, pekerjaan-Ku bukanlah demi kepentingan seseorang atau segelintir orang, tetapi untuk memperlihatkan watak inheren-Ku. Tetapi karena segudang alasan—entah itu kurangnya waktu atau padatnya kesibukan kerja—watak diri-Ku belum memampukan manusia untuk mengenal-Ku sedikit pun. Karena itu, Aku akan melaksanakan rencana baru-Ku, pekerjaan terakhir-Ku, untuk membuka halaman baru dalam pekerjaan-Ku sehingga semua orang yang memandang-Ku akan memukul-mukul dada dan menangis dan meratap tanpa henti oleh karena keberadaan-Ku. Ini karena Aku membawa akhir umat manusia kepada dunia, dan sejak saat ini, Aku akan membukakan seluruhnya tentang watak-Ku di hadapan umat manusia, sehingga semua orang yang mengenal Aku dan semua orang yang tidak mengenal Aku akan terbuka matanya dan melihat bahwa Aku memang sudah datang ke dalam dunia manusia, sudah datang ke muka bumi saat segala sesuatu berlipat ganda. Inilah rencana-Ku, “pengakuan” tunggal-Ku sejak penciptaan umat manusia. Aku berharap engkau semua dapat memberikan perhatian penuh kepada setiap gerakan-Ku, karena tongkat-Ku akan kembali menekan umat manusia, menekan semua yang menentang Aku.

继续阅读“Engkau Harus Mempersiapkan Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu”