Pengalaman Seorang Kristen Indonesia yang Menemukan Jalan Menuju

kesaksian rohani kristen | Pengalaman Seorang Kristen Indonesia yang Menemukan Jalan Menuju

Bagaimana agar Tidak Hidup dalam Dosa

Aku lahir dalam keluarga Kristen. Di masa kecilku, aku dulu adalah anak yang bahagia dan tidak pernah bolos Sekolah Minggu. Setelah aku dewasa, aku disibukkan dengan pekerjaan untuk mencari nafkah, jadi aku mulai perlahan-lahan menjauh dari Tuhan di hatiku dan pergi ke gereja menjadi rutinitas bagiku. Tanpa diduga, pada November 2010, suamiku meninggalkanku tanpa sepatah kata pun. Ia meninggalkanku dengan perasaan dendam dan kesedihan, dan aku kehilangan harapan dalam hidup. Untuk mengatasi rasa sakit batinku, aku mulai fokus membaca Alkitab. Aku melihat perkataan dalam Alkitab, “Datanglah kepada-Ku, hai semua yang berjerih lelah dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu kelegaan. … Sebab kuk yang Kupasang itu mudah, dan beban-Ku ringan” (Matius 11:28, 30). “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil untuk mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9). Ayat Alkitab ini memberiku penghiburan besar, dan membuatku mencapai titik balik dalam kepercayaanku kepada Tuhan. Sejak saat itu, aku sering dengan penuh penyesalan mengakui dosa-dosaku kepada Tuhan Yesus. 继续阅读“Pengalaman Seorang Kristen Indonesia yang Menemukan Jalan Menuju”

Bisakah Pastor dan Uskup Mengampuni Dosa-Dosa Orang Atas Nama Tuhan?

cerita kesaksian rohani kristen | Bisakah Pastor dan Uskup Mengampuni Dosa-Dosa Orang Atas Nama Tuhan?

Oleh Qianbei, China

Sejak menjadi seorang Katolik aku sering melihat para pastor dan uskup berjubah putih mengadakan Misa untuk umat paroki. Setelah melakukan dosa, umat paroki akan berlutut di hadapan para pastor dan mengucapkan pengakuan dosa dan kemudian para pastor akan mengucapkan rumusan absolusi dan pengampunan dosa atas nama Tuhan. Mau tak mau aku menjunjung tinggi para uskup dan pastor. Setiap kali aku melakukan dosa, aku akan bergegas untuk membuat pengakuan dosa kepada pastor; aku meletakkan semua harapanku untuk masuk ke kerajaan surga kepada para pastor. Suatu ketika, ketika sebuah gereja besar merayakan Paskah, 6.000 umat paroki semua berlutut di depan pastor bersama-sama untuk memohon berkat. Melihat pemandangan yang begitu megah, aku semakin menghormati para pastor dan berpikir, “Untuk memasuki kerajaan surga, aku harus bergantung pada uskup dan pastor—mereka adalah pemanduku.”

继续阅读“Bisakah Pastor dan Uskup Mengampuni Dosa-Dosa Orang Atas Nama Tuhan?”

Tuhan Telah Datang Kembali, Sehingga Aku Tidak Lagi Menjalani Kehidupan Yang Penuh Dengan Ritual Keagamaan

Catatan Editor

Mengikuti ritual gereja suci, pengakuan dosa, misa, berdoa dan membaca kitab suci, dan merayakan acara keagamaan, ini adalah tata cara yang telah dipegang oleh semua orang Katolik yang percaya kepada Tuhan selama dua ribu tahun. Mereka berpikir bahwa ketika mereka mematuhi upacara keagamaan ini maka ini akan menyenangkan hati Tuhan. Seorang anggota gereja yang baru ini juga tidak pernah meragukan apakah yang ia lakukan ini sejalan dengan kehendak Tuhan, hingga ia menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, barulah ia memiliki pemahaman yang baru tentang mematuhi ritual keagamaan dalam agama Katolik. Mari kita melihat bersama pengalamannya.

Mematuhi ritual keagamaan membuat hati yang berapi-api berubah menjadi dingin

Aku lahir di keluarga Katolik dan sejak kecil aku membaca doa bersama orang tua aku. Saat itu, orang yang percaya pada Tuhan akan dianiaya oleh pemerintah Komunis Tiongkok. Begitu ada seseorang yang melaporkan, maka kami akan berada dalam bahaya dan dapat ditangkap kapan saja. Tetapi meskipun demikian, ke mana pun Pastor pergi ke rumah seseorang untuk merayakan Misa, kami akan mencoba segala cara untuk ikut Misa, dan kami berpegang untuk membaca doa setiap harinya, dan mengucapkan doa yang berbeda pada upacara keagamaan yang berbeda sesuai dengan peraturan gereja, melakukan puasa besar dan kecil pada Jumat Agung, menyembah jalan salib, dll. Bahkan kami juga harus mematuhi banyak hari peringatan, seperti Hari Pembaptisan Tuhan, Jumat Agung, Paskah, Natal, dll. Pastor berkata bahwa dengan menjalankan upacara-upacara ini, berarti kami menyembah Tuhan, dan kita adalah orang percaya yang saleh, dan hal ini berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika Tuhan datang kembali, kami akan dibawa masuk ke surga.

继续阅读“Tuhan Telah Datang Kembali, Sehingga Aku Tidak Lagi Menjalani Kehidupan Yang Penuh Dengan Ritual Keagamaan”

Apakah iman sejati itu? Bagaimana cara menguatkan iman terhadap Tuhan?

iman kristen | Apakah iman sejati itu? Bagaimana cara menguatkan iman terhadap Tuhan?

Apa itu iman? Bagaimana menghasilkan iman yang sejati?

Berbicara tentang apa itu iman, beberapa orang berpikir bahwa meninggalkan rumah dan karir kita, bekerja keras untuk Tuhan, menyebarkan injil ke berbagai tempat dan mendirikan gereja adalah perwujudan dari iman yang sejati kepada Tuhan. Namun apakah memiliki hal-hal ini berarti bahwa kita memiliki iman yang sejati kepada Tuhan? Jika inilah imam yang sejati, mengapa kita masih menjadi lemah dan negatif, dan salah paham dan mengadu kepada Tuhan? Beberapa orang bahkan menjadi putus asa dan kecewa terhadap Tuhan serta meninggalkan-Nya ketika kita mengalami bencana alam dan bencana buatan manusia, atau ada kesulitan dalam keluarga, mengalami penderitaan fisik dan seterusnya. Ini menunjukkan bekerja dan berkorban demi Tuhan dengan antusias, menanggung penderitaan serta membayar harga untuk Tuhan tidak berarti kita memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan iman?

Apakah iman sejati itu

Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam firman Tuhan. Firman Tuhan berkata: “Apa maksud kata ‘iman’? Iman adalah kepercayaan yang murni dan hati yang tulus yang harus manusia miliki ketika mereka tidak bisa melihat atau menyentuh sesuatu, ketika pekerjaan Tuhan tidak sesuai dengan gagasan manusia, ketika itu di luar jangkauan manusia. Inilah iman yang Aku maksudkan. Manusia membutuhkan iman selama masa-masa sulit dan selama pemurnian, dan iman adalah sesuatu yang diikuti oleh pemurnian; pemurnian dan iman tidak bisa terpisahkan. Bagaimana pun cara Tuhan bekerja, dan dalam lingkungan seperti apa pun engkau, engkau mampu mengejar kehidupan, dan mencari kebenaran, serta mencari pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, dan memiliki pemahaman tentang tindakan-tindakan-Nya, dan engkau mampu bertindak sesuai kebenaran. Melakukan semua itu adalah arti memiliki iman yang sejati, dan menunjukkan bahwa engkau belum kehilangan iman kepada Tuhan. Engkau hanya dapat memiliki iman yang sejati kepada Tuhan jika engkau mampu untuk teguh mengejar kebenaran melalui pemurnian, jika engkau mampu benar-benar mengasihi Tuhan dan tidak mengembangkan keraguan tentang Dia, jika apa pun yang Dia lakukan, engkau tetap melakukan kebenaran untuk memuaskan-Nya, dan jika engkau mampu mencari kehendak-Nya secara mendalam dan memikirkan kehendak-Nya.”
继续阅读“Apakah iman sejati itu? Bagaimana cara menguatkan iman terhadap Tuhan?”

Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Saat Dia Datang Mengetuk Pintu?

kedatangan tuhan yesus | Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Saat Dia Datang Mengetuk Pintu?

Setelah aku mulai percaya kepada Tuhan, saudara-saudari suka menyanyikan himne berjudul “Kekasihku Mengetuk Pintu” yang berbunyi: “Kekasih-Ku mengetuk pintu, rambut-Nya dibasahi oleh embun; mari kita cepat bangkit dan membuka pintu, jangan biarkan kekasih-Ku berbalik dan pergi. …” Setiap kali kami mulai menyanyikan himne ini, hati kami sangat tersentuh dan tergerak. Kami semua ingin meminta kekasih kami untuk menginap, dan ketika Dia datang dan mengetuk pintu, kami ingin menjadi yang pertama mendengar suara-Nya dan menyambut Tuhan, dapat dikatakan bahwa kita semua yang percaya kepada Tuhan memiliki harapan seperti itu. Tetapi ketika Tuhan datang, bagaimana Dia akan mengetuk pintu? Ketika Tuhan mengetuk, apa yang harus kita lakukan untuk menyambut Dia? Ini adalah sesuatu yang harus direnungkan secara mendalam oleh setiap orang yang percaya Tuhan.

Ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan penebusan di Zaman Kasih Karunia, berita tentang mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan dan firman Tuhan menyebar ke seluruh tanah Yudea. Nama-Nya juga menimbulkan kegemparan besar di semua tanah Yahudi dan, bagi orang-orang pada waktu itu, Tuhan Yesus memimpin murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil kerajaan surga kemanapun mereka pergi, yang berarti Tuhan mengetuk pintu mereka. Tuhan Yesus berkata: “Sejak itu Yesus mulai berkhotbah dan mengatakan, Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17). Tuhan berharap bahwa manusia akan datang ke hadapan-Nya untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka. Dengan berbuat demikian, dosa-dosa mereka akan diampuni, dan mereka akan dibebaskan dari kutukan hukum dan ditebus oleh Tuhan. Saat itu, banyak orang Yahudi menyaksikan mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Mereka juga mengenal otoritas dan kuasa dalam firman Tuhan, Tuhan Yesus mampu memberi makan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ikan. Dengan satu kata, Tuhan Yesus juga mampu menenangkan angin dan laut, serta membangkitkan Lazarus dari kematian setelah empat hari …. Apa pun yang Tuhan Yesus katakan telah dilaksanakan dan digenapi. Ini memungkinkan kita untuk melihat otoritas dan kuasa dalam firman Tuhan. Kata-kata yang digunakan Tuhan Yesus untuk mengajar orang-orang dan kata-kata yang Dia gunakan untuk menegur orang-orang Farisi adalah kebenaran, bukan kata-kata yang mampu diucapkan oleh manusia. Kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan Yesus dan hal-hal yang Dia lakukan semuanya mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia itu, semuanya memanifestasikan otoritas dan kuasa Tuhan, membuat manusia merasa takjub. Boleh dikatakan bahwa orang-orang Yahudi pada waktu itu sudah mendengar suara ketukan pintu dari Tuhan, tetapi bagaimana mereka memperlakukan Tuhan?
继续阅读“Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Saat Dia Datang Mengetuk Pintu?”

Petualanganku Di tengah Api Besar

Kesaksian Kristen Terbaru | Petualanganku Di tengah Api Besar

Namaku Li Ai, tahun ini aku berusia 77 tahun. Meskipun aku sudah tua dan memiliki kualitas yang kurang baik, namun Tuhan tidak memandang rendah padaku. Sejak aku percaya kepada Tuhan, aku tahu bahwa hidup kita berasal dari Tuhan, hanya dengan mengikuti dan menyembah Tuhan, maka kita dapat dijaga dan dilindungi oleh Tuhan dan menikmati kedamaian dan kebahagiaan. Apalagi setelah aku mengalami kebakaran yang mengejutkan, aku semakin menyadari bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya penopangku…

Aku teringat saat itu di bulan April 2011. Sekitar pukul dua siang, orang-orang di desa kami mulai pergi di ladang untuk bekerja, tetapi tidak disangka tiba-tiba datanglah api yang besar. Saat itu, seorang warga melihat sebuah bola api besar jatuh dari langit dan jatuh tepat di halaman belakang rumah paling barat di desa tersebut, dan diikuti dengan api besar yang menyala dan dalam waktu yang singkat membakar halaman depan. Hari itu, kebetulan angin kencang bertiup dari arah barat ke timur, sehingga api dengan cepat melalap dari rumah yang satu hingga ke rumah yang kedua, dan dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh desa hampir berubah menjadi lautan api. Aku melihat di seluruh jalanan penuh dengan api seperti lautan, dan api secara cepat bergulung ke depan. Api naik dari tanah sampai ke atas atap rumah, dan dengan cepat semua tempat terbakar habis menjadi reruntuhan .

Saat itu, ada beberapa penduduk desa lainnya yang mempertaruhkan hidup mereka dan berlari masuk ke rumah mereka serta mengusir ternak mereka keluar dari kandang; ada beberapa yang ingin mengangkut bahan makanan keluar; tetapi sebagian besar penduduk desa tidak bisa masuk sama sekali. Sapi, domba, keledai, dan bagal serta ternak lainnya yang ada di halaman belakang, bahkan alat-alat pertanian terbakar menjadi abu, barang-barang di rumah itu bahkan terbakar habis semua, sungguh pemandangannya yang benar-benar mengerikan! Selain itu, api memblokir semua jalan, sehingga tidak memungkinkan orang untuk lewat. Melihat amukan api yang terus berkobar, hatiku sangat takut, dan merasa bahwa manusia sangat kecil dan rapuh dalam menghadapi bencana! Pada saat itu, tidak peduli seberapa hebatnya seseorang, tidak ada yang bisa dia lakukan, dan hanya bisa membiarkan api terus berkobar.

继续阅读“Petualanganku Di tengah Api Besar”

Menyambut kedatangan kembali Tuhan dengan sukacita Saya menemukan jalan dimurnikan dari dosa

kedatangan yesus kedua kali | Menyambut kedatangan kembali Tuhan dengan sukacita Saya menemukan jalan dimurnikan dari dosa

Aku lahir dalam keluarga Katolik dan pada usia 13 tahun, aku mempelajari katekismus dan dibaptis. Setelah itu, aku memutuskan menjadi pendeta untuk melayani Tuhan. Karena itulah aku masuk seminari saat berusia 22 tahun, di sana aku mempelajari teologi dan Kitab Suci, serta mengambil mata pelajaran lain. Namun, setelah beberapa waktu, aku tetap belum merasa lebih dekat dengan Tuhan, dan keinginanku untuk menikah dan berkeluarga terus muncul. Aku terus berdoa, tetapi tetap tidak bisa menahannya. Aku bersumpah menjalani kemurnian di hadapan Tuhan agar bisa memasuki kerajaan surga, tetapi aku ingin meninggalkan komitmen itu. Bukankah aku berdosa dan berbohong kepada Tuhan? Bagaimana aku bisa memasuki kerajaan Tuhan? Aku berada di seminari selama 10 tahun. Setelah lulus, aku pergi ke sebuah biara di Indonesia selama satu tahun lagi, tetapi aku terus memiliki pikiran yang tidak murni dari waktu ke waktu. Aku benar-benar patah semangat. Setelah menyelesaikan studi, aku memutuskan untuk menjadi jemaat paroki biasa. Aku pulang dan menikah. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, aku bertengkar dengan istriku tentang persoalan rumah tangga remeh dan aku tidak terlalu sabar. Terkadang aku berbohong untuk melindungi kepentinganku sendiri. Aku datang ke hadapan Tuhan untuk mengaku dan banyak bertobat untuk hal seperti ini, tetapi lalu aku akan terus melakukannya. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Tuhan dengan cara menghadiri Misa dan lebih banyak berdoa, tetapi itu tidak memperbaiki masalahku.

Aku bertemu Li dan Liu, beberapa jemaat paroki lainnya di Misa. Kapan pun memiliki kesempatan, aku akan mendiskusikan iman dengan mereka. Aku ingat suatu kali saat kami berbagi Kitab Suci, Liu berkata dia mengenal seorang diaken taat yang sangat menguasai Alkitab yang percaya kepada Kilat dari Timur. Dia berkata beberapa anggota gereja yang bersemangat juga bergabung ke situ. Dia bertanya-tanya gereja seperti apa Kilat dari Timur dan mengapa begitu banyak orang percaya yang taat bergabung dengannya. Aku pun dibuat heran oleh hal ini karena aku juga mengenal seorang diaken taat yang telah bergabung dengan Kilat dari Timur. Aku tidak tahu apa yang dikhotbahkan Kilat dari Timur atau mengapa gereja itu menarik begitu banyak orang Kristen yang saleh. Mungkinkah gereja itu diilhami oleh Roh Kudus? Kupikir aku harus mempelajarinya dan melihat apa yang begitu istimewa dari hal yang dikhotbahkan gereja itu. Aku bertanya-tanya apakah itu bisa membantu dalam waktu teduhku dan untuk mengenal Tuhan. Berdasarkan ini, aku memberi tahu Li dan Liu bahwa aku ingin mendatangi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka setuju.

继续阅读“Menyambut kedatangan kembali Tuhan dengan sukacita Saya menemukan jalan dimurnikan dari dosa”

Memahami misteri penghakiman Tuhan di akhir zaman dan menyambut kedatangan Tuhan kembali

Aku lahir di sebuah keluarga Katolik, dan sejak usia dini ibuku telah mengajariku untuk membaca Alkitab. Saat itu adalah semasa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang membangun negeri setelah perang sipil, dan karena pemerintah PKT menindas semua agama, aku berusia 20 tahun ketika aku akhirnya berkesempatan untuk pergi ke gereja dan mendengarkan khotbah. Pastor seringkali berkata kepada kami: “Kita umat Katolik harus mengakui dosa kita dengan benar dan bertobat. Kita harus berbuat baik, tidak berbuat jahat, dan selalu menghadiri Misa. Pada akhir zaman, Tuhan akan datang dan menghakimi semua orang dan mengirim manusia ke surga atau ke neraka berdasarkan perilaku mereka. Orang-orang yang paling banyak berdosa akan menderita hukuman kekal di neraka, sedangkan mereka yang melakukan dosa-dosa kecil masih dapat naik ke surga asalkan mereka mengakui dosa mereka kepada Tuhan dan bertobat. Siapa pun yang tidak percaya kepada Tuhan tidak akan pernah masuk ke surga, sebaik apa pun mereka.” Ketika mendengar penjelasan ini, aku bersukacita karena aku bernasib baik terlahir dalam iman Katolik. Kukatakan kepada diriku sendiri untuk serius dalam pencarianku, untuk menghadiri Misa lebih sering, dan semakin rajin mengakui dosa-dosaku serta bertobat kepada Tuhan sehingga aku dapat masuk ke surga dan tidak menderita di neraka. Itulah saat ketika aku membangun tekad untuk pergi ke gereja dan berpartisipasi dalam Misa secara teratur. Pastor itu juga mengatakan kepada kami bahwa Tuhan akan kembali pada tahun 2000—kami semua bersukaria mendengar itu, dan kami semua menjadi sangat bersungguh-sungguh dalam pengejaran kami, menantikan kembalinya Tuhan. Namun, tahun 2000 tiba dan berlalu dan kami tidak melihat tanda apa pun yang menandai kedatangan Tuhan kembali. Banyak orang di antara jemaat kami yang kehilangan iman mereka, dan semakin sedikit umat yang menghadiri Misa. Aku juga merasakan perasaan kecewa, tetapi aku masih merasa bahwa imanku kepada Tuhan tidak akan tergoyahkan, tak peduli apa yang orang lain lakukan. Itu karena berkali-kali ketika aku berada dalam bahaya Tuhan telah melindungiku dan aku keluar dengan selamat. Jika bukan karena perlindungan Tuhan aku pasti telah lama mati, sehingga aku tidak akan bersikap begitu tak berterima kasih sampai kehilangan imanku kepada Tuhan. 继续阅读“Memahami misteri penghakiman Tuhan di akhir zaman dan menyambut kedatangan Tuhan kembali”

Bagaimana Membangun Hubungan Yang Normal Dengan Tuhan

Apakah Anda memiliki kekhawatiran seperti ini: Anda sering terganggu oleh orang-orang dan hal-hal di sekitar Anda, sehingga hati anda menjauh dari Tuhan, dan tidak dapat menemukan Tuhan, sehingga hubungan Anda dengan Tuhan tidak normal? Berikut ini kita akan berkomunikasi tentang tiga cara untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, agar hubungan Anda dengan Tuhan bisa semakin dekat.

ezgif.com-gif-maker (2)

Berdoa Dengan Segenap Hati Kepada Tuhan

Firman Tuhan berkata: “Tetapi waktunya akan tiba, sekaranglah waktunya, ketika penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran: karena Bapa mencari penyembah yang seperti itu” (Yohanes 4:23).

Tidak ada langkah yang lebih penting untuk memasuki firman Tuhan selain dari menenangkan hatimu di hadirat-Nya. Ini adalah pelajaran yang sangat perlu untuk semua orang masuki saat ini.”

Pertama, mulailah dari aspek doa. Berdoalah dengan segenap perhatian dan pada waktu yang tetap. Bagaimanapun ketatnya waktumu, seberapa pun sibuknya pekerjaanmu, atau apa pun yang menimpa dirimu, berdoalah setiap hari seperti biasa, dan makan dan minumlah firman Tuhan seperti biasa.”

Dari firman Tuhan ini, kita dapat melihat bahwa untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, langkah yang paling utama adalah dengan menenangkan diri di hadapan Tuhan dan berdoa dengan segenap hati kepada Tuhan. Ini juga merupakan pelajaran yang sangat perlu untuk kita masuki dengan sesegera mungkin. Karena kita akan menghadapi berbagai hal setiap harinya, dan hati kita sering terganggu dan ditempati oleh orang-orang dan hal-hal di luar, sehingga akan mempengaruhi hubungan kita yang normal dengan Tuhan. Karena itu kita dituntut untuk memiliki posisi Tuhan di hati kita, dan memiliki doa yang teratur setiap harinya. Melalui doa, maka firman Tuhan akan membuka dan menuntun diri kita serta menjaga hati kita bisa tetap tenang setiap saat di hadapan Tuhan , sehingga hubungan kita dengan Tuhan bisa semakin normal.

Ketika hati kita terganggu oleh berbagai macam orang dan hal, kita dapat berdoa dengan segenap hati kepada Tuhan: “Tuhan, semua yang turun atasku hari ini , memiliki izin dari tahta-Mu, dan pastilah ada pelajaran yang harus aku pelajari. Kiranya Engkau menjaga dan melindungi hatiku agar bisa tetap tenang di hadapan-Mu dan tidak terganggu.” Terkadang ketika kita bekerja untuk Tuhan, kita tidak bisa melepaskan hal-hal yang mengikat kita di rumah, yang menyebabkan hati kita tidak bisa tenang di hadapan Tuhan. Saat itu kita dapat berdoa kepada Tuhan: “Ya, Tuhan, aku melihat tingkat pertumbuhanku yang sangat kecil, dan aku selalu hidup dalam ikatan kedagingan sehingga tidak bisa menenangkan diri di hadapan-Mu, aku rela menyerahkan kesulitan ini ke dalam tangan-Mu, tolong pimpin aku, dan beri aku iman dan kekuatan, sehingga hatiku tidak lagi terganggu,sehingga aku dapat melakukan tugasku dengan baik.” Ketika kita selalu berdoa dari hati ke hati dengan Tuhan dengan cara ini, dan mengatakan isi hati kita, serta berdoa kepada Tuhan dengan hati yang tulus dalam segala hal, maka Tuhan akan melihat bahwa hati kita jujur, bukan hanya menjalankan formalitas, sehingga Roh Kudus akan bekerja atas diri kita. Terlepas dari kondisi apa yang kita alami, Tuhan akan menyentuh hati kita dan menuntun kita untuk memahami kehendak dan tuntutan Tuhan. Roh kita akan menjadi semakin dipenuhi dan hubungan kita dengan Tuhan akan menjadi semakin normal.

继续阅读“Bagaimana Membangun Hubungan Yang Normal Dengan Tuhan”

Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?

Sekarang bencana semakin besar, orang yang percaya kepada Tuhan sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus, tetapi bagaimana yesus sedang datang? Silakan klik untuk membaca artikel untuk memahami cara Tuhan Yesus datang kembali.

akhir zaman menurut alkitab wahyu | Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?

Oleh Saudari Zhou Jing

Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?

Suatu hari aku melihat diskusi daring yang ramai; orang-orang mengatakan bahwa empat bulan berdarah yang muncul pada malam hari di belahan bumi Barat adalah sebuah peringatan tentang akhir zaman, dan gempa bumi besar menjadi lebih sering terjadi di seluruh dunia. Aku berpikir dalam hati, “Empat bulan berdarah telah terjadi, fenomena langit telah muncul, bencana sedang sering terjadi di seluruh dunia, insiden teroris sedang terus meningkat, perang sedang terus-menerus terjadi…. Semua tanda menunjukkan bahwa nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali pada dasarnya telah digenapi, jadi mengapa aku tidak melihat Dia turun di atas awan untuk menjumpai kita? Apakah Tuhan belum datang kembali atau Dia sudah datang kembali, tetapi aku belum melihat-Nya? Bagaimana aku dapat menyambut kedatangan-Nya kembali?” Kebingungan ini mengacaukan hatiku dan membuatku bingung. Berusaha mendapatkan kejelasan tentang masalah ini, aku mulai berdoa dan berdoa kepada Tuhan, memohon kepada-Nya untuk mencerahkan dan membimbingku sehingga aku dapat menyambut kedatangan-Nya kembali dan tidak ditinggalkan oleh-Nya.

继续阅读“Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?”