Alkitab mencatat kisah Abraham: Ketika Abraham berusia 100 tahun, Tuhan menganugerahkan kepadanya seorang putra, Ishak. Setelah Ishak dibesarkan, Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkannya lagi. Ketika Abraham mempersembahkan satu-satunya anak, Ishak di altar Tuhan dan mengangkat pedang untuk membunuh Ishak, Tuhan menghentikannya. Tuhan tidak hanya tidak membiarkan Abraham mengorbankan putranya, tetapi malah menganugerahkan kepada dia berkat yang lebih besar, sehingga keturunannya berkembang menjadi negara besar.
Setiap kali membaca kisah Abraham, aku mengagumi Abraham dari lubuk hati yang paling dalam. Aku merasa bahwa dia memiliki iman yang besar kepada Tuhan dan dapat menaati pengaturan Tuhan dan mengorbankan anak tunggalnya yang dia kasihi. Dia layak disebut “Bapa Orang Beriman”. Tetapi yang tidak aku pahami adalah: Mengapa Tuhan menganugerahkan kepada Abraham seorang putra ketika dia berusia 100 tahun, dan kemudian meminta dia untuk mempersembahkan Ishak? Apa sebenarnya kehendak Tuhan?
Selama ini aku tidak pernah mengerti pertanyaan ini sampai baru-baru ini aku membaca firman Tuhan “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” di Internet, dan baru kemudian aku mengerti bahwa pekerjaan Tuhan pada Abraham memiliki makna yang dalam, ada kehendak Tuhan di dalamnya dan sekarang aku menulis pencerahan yang aku terima.

继续阅读“Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Abraham dalam Alkitab?”