Semakin engkau memperhatikan kehendak Tuhan, semakin besar beban yang kautanggung, dan semakin besar beban yang kautanggung, semakin kaya pula pengalamanmu. Saat engkau memperhatikan kehendak Tuhan, Dia akan memberikan beban kepadamu, kemudian memberi engkau pencerahan tentang perkara yang telah dipercayakan-Nya kepadamu. Saat Tuhan memberimu beban ini, engkau akan memperhatikan seluruh kebenaran yang terkait dengannya saat makan dan minum firman Tuhan. Jika engkau memiliki beban yang berhubungan dengan kehidupan saudara-saudarimu, inilah beban yang telah dipercayakan Tuhan kepadamu, dan engkau akan senantiasa memikul beban ini dalam doa harianmu. Hal yang Tuhan lakukan telah dipikulkan kepadamu, dan engkau mau menjalankan apa yang Tuhan ingin lakukan; itulah artinya mengambil beban Tuhan sebagai bebanmu sendiri. Pada titik ini, dalam makan dan minummu akan firman Tuhan, engkau akan berfokus pada jenis persoalan ini, dan engkau akan berpikir: Bagaimana caraku memecahkan masalah ini?
renungan harian hidup – “Hanya Mereka yang Sudah Disempurnakan Bisa Menjalani Hidup yang Bermakna” – Kutipan 89
Pekerjaan yang sedang dikerjakan saat ini adalah membuat manusia meninggalkan Iblis, meninggalkan nenek moyang mereka. Semua penghakiman oleh firman ditujukan untuk mengungkapkan watak manusia yang jahat dan memampukan manusia mengerti esensi kehidupan. Penghakiman yang berulang ini menembus hati manusia. Setiap penghakiman akan memengaruhi takdir mereka secara langsung dan dimaksudkan untuk melukai hati mereka sehingga mereka bisa melepaskan hal-hal tersebut dan datang untuk mengenal kehidupan, mengenal dunia yang najis ini, dan juga mengenal hikmat dan kemahakuasaan Tuhan dan umat manusia yang dikuasai Iblis. Semakin banyak penghakiman dan hajaran ini, semakin hati manusia bisa terluka dan semakin rohnya dibangkitkan. Membangkitkan roh manusia yang sangat jahat dan sudah tertipu adalah tujuan dari penghakiman ini. Manusia tidak memiliki roh, karena rohnya sudah mati lama sekali dan dia tidak tahu ada sorga, tidak tahu ada Tuhan dan tentu saja tidak tahu bahwa dia bergumul dalam jurang maut; bagaimana ia bisa tahu bahwa ia hidup dalam neraka di bumi? Bagaimana bisa dia tahu bahwa dirinya yang sudah mati ini karena pengaruh jahat Iblis, sudah jatuh dalam neraka? Bagaimana mungkin dia tahu bahwa semua yang ada di bumi telah lama hancur dan tidak bisa diperbaiki oleh umat manusia? Dan bagaimana mungkin dia tahu bahwa Sang Pencipta telah datang ke bumi saat ini dan mencari sekelompok orang berdosa yang bisa diselamatkan-Nya? Bahkan setelah manusia mengalami segala macam pemurnian dan penghakiman, hati nuraninya yang telah mati masih tidak tergerak dan tidak responsif. Umat manusia sudah sangat hancur! Walaupun penghakiman jenis ini sepertinya hukuman mengerikan yang turun dari langit, ini sebenarnya sangat menguntungkan manusia. Jika penghakiman seperti ini tidak terjadi, maka tidak akan ada hasilnya dan tidak mungkin menyelamatkan umat manusia dari jurang penderitaan. Jika bukan dengan pekerjaan ini, akan sulit bagi manusia untuk keluar dari Hades karena hati mereka sudah lama mati dan roh mereka ada di bawah kekuasaan Iblis. Menyelamatkanmu yang sudah jatuh ke dalam jurang kehancuran yang paling dalam mengharuskan-Ku memanggilmu dengan keras, menghakimimu dengan keras maka barulah hatimu yang sudah membeku seperti es bisa dibangkitkan.
Renungan Harian Kristen membahas topik-topik seperti gadis-gadis yang bijaksana yang menyambut Tuhan, bagaimana diangkat ke dalam kerajaan surga, diselamatkan dan keselamatan penuh, yang membantu Anda mengetahui penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus.
akhir zaman menurut alkitab wahyu | Pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman adalah pekerjaan penghakiman dari takhta putih yang besar
Ayat Alkitab untuk Referensi:
“Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17).
“Dan aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya langit dan bumi lenyap dan tidak ditemukan tempatnya lagi. Lalu aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta Tuhan itu; kemudian semua kitab dibuka, dan dibuka sebuah kitab lain yaitu kitab kehidupan dan orang-orang mati dihakimi menurut apa yang tertulis di kitab itu, menurut perbuatan mereka. Dan laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya; dan maut dan alam maut membebaskan orang mati yang ada di dalamnya: dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatan mereka. Dan maut dan alam maut dilemparkan ke dalam lautan api. Inilah kematian yang kedua. Dan barang siapa yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api” (Wahyu 20:11-15).
Saat membagikan Injil, tokoh utama ditangkap secara ilegal oleh polisi PKT dan ditahan selama 14 hari. Selama waktu ini, polisi menggunakan masa depan putranya dan pekerjaan suaminya untuk menekan dia agar mengkhianati Tuhan dan meninggalkan imannya. Diintimidasi dan dimanipulasi oleh PKT, suaminya mencoba cara halus dan keras untuk membuatnya melepaskan imannya. Dia merasa sangat bingung dan sedih, menghadapi pilihan antara keluarga dan imannya. Bagaimana bimbingan firman Tuhan membantunya memahami tipu daya Iblis dan menjadi saksi? Apa yang dia pahami dari pengalaman ini dan apa pelajaran yang dia ambil pada akhirnya? Tontonlah Pilihanku.
Selama waktuku sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, aku telah dianiaya oleh pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pemerintah menggunakan “kejahatanku” yaitu kepercayaanku kepada Tuhan Yesus sebagai alasan untuk sering menyiksa dan menindasku. Mereka bahkan memerintahkan kepala desa untuk sering melakukan kunjungan ke rumahku untuk menanyakan praktik kepercayaanku. Pada tahun 1998, aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Ketika aku mendengar firman Sang Pencipta yang diucapkan-Nya secara langsung, aku bersemangat dan merasa tersentuh dengan cara yang bahkan tidak bisa kujelaskan. Dengan dorongan dari kasih Tuhan, aku membulatkan tekad: aku akan mengikut Tuhan Yang Mahakuasa sampai akhir, apa pun yang terjadi. Selama masa itu, aku dengan antusias menghadiri ibadah dan menyebarkan Injil, yang kembali menarik perhatian pemerintah PKT. Kali ini, penganiayaan mereka terhadapku lebih buruk dari sebelumnya. Sedemikian buruknya, sampai-sampai aku tidak bisa mengamalkan imanku secara normal di rumahku sendiri dan terpaksa meninggalkan rumahku untuk memenuhi tugasku.
Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Dari sejak percaya kepada Tuhan sampai saat ini, orang telah menyimpan banyak motivasi yang tidak benar. Ketika engkau tidak melakukan kebenaran, engkau merasa semua motivasimu benar, tetapi ketika sesuatu terjadi kepadamu, engkau akan melihat bahwa ada banyak motivasi yang tidak benar dalam dirimu. Oleh karena itu, ketika Tuhan menyempurnakan orang, Ia membuat mereka menyadari bahwa ada banyak gagasan dalam diri mereka yang menghalangi pengenalan mereka akan Tuhan. Ketika engkau menyadari bahwa motivasimu salah, ketika engkau berhenti bertindak menuruti gagasan dan motivasi pribadimu, dan ketika engkau dapat menjadi saksi bagi Tuhan serta berdiri teguh di posisimu dalam segala hal yang terjadi kepadamu, ini membuktikan bahwa engkau telah memberontak terhadap kedaginganmu. Ketika engkau memberontak terhadap daging, akan ada pertempuran dalam dirimu yang tidak terelakkan. Iblis akan mencoba untuk membuat orang-orang mengikutinya, akan mencoba untuk membuat mereka mengikuti gagasan daging dan memelihara ketertarikan daging—tetapi firman Tuhan akan mencerahkan dan menerangi orang-orang di dalam batin mereka, dan pada saat ini, tergantung pada dirimu apakah engkau mengikuti Tuhan atau mengikuti Iblis.
Film Rohani Kristen Terbaru | “JANGAN MENCAMPURI URUSANKU” | Kebangkitan Kristen
Li Qingxin adalah pengkhotbah di sebuah rumah gereja di Tiongkok, yang telah lama setia kepada Tuhan. Dia selalu bersemangat melakukan pekerjaan Tuhan dalam menyebarkan injil, berjaga-jaga menunggu kedatangan Tuhan untuk membawanya ke dalam Kerajaan Surga. Dalam beberapa tahun terakhir, Li Qingxin telah melihat berbagai macam sekte dan gereja menjadi tidak terurus. Namun, Eastern Lightning lebih hidup, meski kecaman dan penganiayaan terus-menerus dilakukan oleh pemerintah komunis Tiongkok dan kalangan agamawi. Semakin banyak domba dan pemimpin domba dari berbagai denominasi dan sekte telah menerima Eastern Lightning. Hal ini membuat Li Qingxin melakukan introspeksi diri. Secara jelas, dia telah melihat para pendeta dan penatua agama tidak segan-segan membuat rumor dan omong kosong untuk menyalahkan dan membuat buruk nama Gereja Tuhan Yang Mahakuasa.
renungan singkat kristen – “Mencari Kehendak Tuhan adalah Agar Engkau Mampu Menerapkan Kebenaran” – Kutipan 573
Apa pun yang engkau lakukan, engkau harus terlebih dahulu memahami mengapa engkau melakukannya, apa niat yang mengarahkanmu melakukan hal ini, apa pentingnya engkau melakukan hal itu, apa natur dari hal tersebut, dan apakah yang sedang engkau lakukan adalah hal positif atau negatif. Engkau harus memiliki pemahaman yang jelas tentang semua hal ini; sangatlah perlu untuk dapat bertindak sesuai dengan prinsip. Jika engkau sedang melakukan sesuatu untuk memenuhi tugasmu, engkau harus merenungkan: bagaimana seharusnya aku melakukan ini? Bagaimana seharusnya aku memenuhi tugasku dengan baik sehingga aku tidak hanya melakukannya dengan acuh tak acuh? Engkau harus mendekat kepada Tuhan dalam hal ini. Mendekat kepada Tuhan berarti mencari kebenaran dalam hal ini, mencari cara untuk menerapkan, mencari kehendak Tuhan, dan mencari cara untuk memuaskan Tuhan. Inilah cara mendekat kepada Tuhan dalam segala sesuatu yang engkau lakukan. Itu tidak termasuk melakukan upacara keagamaan atau tindakan lahiriah. Itu dilakukan dengan tujuan melakukan penerapan sesuai dengan kebenaran setelah mencari kehendak Tuhan. Jika engkau selalu berkata “Terima kasih Tuhan” saat engkau belum melakukan apa pun, tetapi kemudian ketika engkau sedang melakukan sesuatu, engkau terus melakukannya dengan cara yang engkau inginkan, maka jenis ucapan terima kasih ini hanyalah tindakan lahiriah. Ketika memenuhi tugasmu atau mengerjakan sesuatu, engkau harus selalu berpikir: bagaimanakah seharusnya aku memenuhi tugas ini? Apa kehendak Tuhan? Kehendak Tuhan adalah agar engkau mendekat kepada Tuhan melalui apa yang engkau lakukan, dan, dalam melakukannya, engkau mencari prinsip dan kebenaran di balik tindakanmu serta kehendak Tuhan, dan tidak menyimpang dari Tuhan dalam apa pun yang engkau lakukan. Hanya orang seperti itulah yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Hari-hari ini, setiap kali orang menemukan sesuatu, terlepas dari situasi apa pun yang mereka hadapi saat itu, mereka berpikir mereka mampu melakukan ini dan itu, jadi mereka tidak memiliki Tuhan dalam hati mereka dan mereka melakukannya sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Entah tindakan mereka itu cocok atau tidak, entah tindakan itu sesuai dengan kebenaran atau tidak, mereka dengan keras kepala terus berusaha melakukannya, dan bertindak sesuai niat pribadi mereka. Biasanya kelihatannya saja Tuhan ada dalam hati mereka, tetapi ketika mereka melakukan sesuatu, Tuhan tidak ada dalam hati mereka. Ada orang-orang yang berkata, “Aku tidak bisa mendekat kepada Tuhan dalam hal-hal yang aku lakukan, Di masa lalu, aku terbiasa melakukan upacara keagamaan, dan aku mencoba mendekat kepada Tuhan, tetapi tidak berhasil. Aku tidak dapat mendekat kepada-Nya.” Orang-orang seperti itu tidak punya Tuhan dalam hatinya; di hati mereka hanya ada diri mereka sendiri, dan mereka tidak bisa mengamalkan kebenaran dalam apa pun yang mereka lakukan. Tidak bertindak sesuai kebenaran berarti melakukan sesuatu sesuai kehendak mereka sendiri, dan melakukan sesuatu sesuai kehendak mereka berarti meninggalkan Tuhan; artinya mereka tidak memiliki Tuhan dalam hati mereka. Gagasan manusia biasanya terlihat baik dan benar bagi manusia dan tampaknya seakan-akan tidak terlalu melanggar kebenaran. Manusia merasa bahwa melakukan hal-hal dengan cara sedemikian rupa berarti melakukan kebenaran; mereka merasa bahwa melakukan berbagai hal dengan cara tersebut berarti tunduk kepada Tuhan. Sebenarnya, mereka tidak benar-benar mencari Tuhan atau berdoa kepada Tuhan tentang hal itu, dan mereka tidak berusaha melakukannya dengan baik, sesuai dengan tuntutan Tuhan, demi memuaskan kehendak-Nya. Mereka tidak memiliki keadaan yang benar ini, mereka juga tidak memiliki kerinduan seperti itu. Inilah kesalahan terbesar yang manusia lakukan dalam penerapan mereka. Engkau percaya kepada Tuhan, tetapi engkau tidak menempatkan Tuhan dalam hatimu. Bagaimana bisa ini tidak disebut dosa? Bukankah engkau menipu diri sendiri? Apa dampak yang engkau akan tuai jika terus percaya dengan cara seperti ini? Dan lagi, bagaimana mungkin makna iman bisa diwujudkan?
Setelah menemukan iman, aku mulai belajar cara berdoa dan membaca Alkitab, aku juga berusaha keras mengikuti firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, aku menonton banyak video daring tentang penghakiman pada akhir zaman. Mereka menyebut nubuat ini dari Kitab Wahyu: “Dan aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya langit dan bumi lenyap dan tidak ditemukan tempatnya lagi. Lalu aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta Tuhan itu; kemudian semua kitab dibuka, dan dibuka sebuah kitab lain yaitu kitab kehidupan dan orang-orang mati dihakimi menurut apa yang tertulis di kitab itu, menurut perbuatan mereka” (Wahyu 20:11-12). Pada akhir zaman, Tuhan Yesus duduk di atas takhta putih yang besar dalam jubah putih dan semua orang berlutut di hadapan-Nya. Dia menghakimi tiap orang sesuai dengan perbuatan mereka dalam hidup. Mereka yang berdosa turun ke neraka untuk dihukum, dan yang tak berdosa diangkat ke dalam kerajaan. Video-video ini memenuhi pikiranku dengan gambaran tentang penghakiman Tuhan. Aku percaya penghakiman-Nya pada akhir zaman akan seperti yang dikatakan dalam video itu. Aku memutuskan untuk mengikuti ajaran Tuhan agar saat Dia datang kembali untuk menghakimi kita, Dia akan menyambutku ke dalam kerajaan.