Tentang Penerapan Doa

 

Engkau sekalian tidak mementingkan doa dalam kehidupan sehari-harimu. Manusia selalu mengabaikan doaDoa biasanya dipanjatkan asal-asalan, dan manusia melakukannya dengan acuh tak acuh di hadapan Tuhan. Tidak ada yang pernah sepenuhnya mempersembahkan hati mereka di hadapan Tuhan dan sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan. Manusia hanya berdoa kepada Tuhan ketika sesuatu terjadi pada mereka. Selama ini, pernahkah engkau sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan? 继续阅读“Tentang Penerapan Doa”

Lirik Lagu Rohani Kristen Terbaru 2019 – Kristus Akhir Zaman Telah Membawa Zaman Kerajaan

Lirik Lagu Rohani Kristen Terbaru 2019 – Kristus Akhir Zaman Telah Membawa Zaman Kerajaan

Ketika Yesus datang ke dunia,

bawa Zaman Kasih Karunia,

akhiri Zaman Taurat.

Tuhan jadi daging s’lama akhir zaman.

Bawa Zaman K’rajaan,

akhiri Zaman Kasih Karunia. 继续阅读“Lirik Lagu Rohani Kristen Terbaru 2019 – Kristus Akhir Zaman Telah Membawa Zaman Kerajaan”

Firman Tuhan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I” – Kutipan 83

 

Tidak peduli sesibuk apa pun kehidupan dan pekerjaan Anda sehari-hari, Anda tidak boleh lupa untuk mendekati dengan Tuhan, renungan harian online akan membantu Anda memasuki kehidupan rohani yang normal.

Firman Tuhan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I” – Kutipan 83

Tuhan Menggunakan Firman untuk Menciptakan Segala Sesuatu

Kejadian 1:3-5 Tuhan berfirman: “Jadilah terang.” Dan terang pun jadi. Tuhan melihat terang itu baik: lalu Dia memisahkan terang dari gelap. Dan Tuhan menyebut terang itu siang dan gelap itu malam. Jadilah malam dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 继续阅读“Firman Tuhan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I” – Kutipan 83″

Bacaan Renungan Harian: Membedakan Firman Tuhan dari Perkataan manusia

Bacaan Renungan Harian: Membedakan Firman Tuhan dari Perkataan manusia

 

Saudara-saudari, semoga engkau sekalian memiliki damai sejahtera di dalam Tuhan! Syukur atas kasih karunia Tuhan sehingga kita dapat berjumpa lagi.

Baru-baru ini ada beberapa saudara-saudari yang telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa sementara menyelidiki pekerjaan-Nya pada akhir zaman, dan mereka semua merasa bahwa firman Tuhan ini berotoritas dan berkuasa, dan bahwa firman Tuhan ini sepenuhnya menelanjangi kerusakan yang terletak paling dalam di hati kita. 继续阅读“Bacaan Renungan Harian: Membedakan Firman Tuhan dari Perkataan manusia”

Tiga Prinsip Utama untuk Menyambut Kedatangan Kedua Yesus Kristus

Nubuat akhir zaman alkitab telah digenapi, dan Tuhan telah kembali! Apakah kamu sudah menyambut-Nya? Bagaimana kita bisa menyambut Tuhan? Silakan baca artikel ini untuk membantu Anda menyambut Tuhan sesegera mungkin.

Oleh Yanjin

1. Jangan Mengandalkan Gagasan dan Imajinasi, Milikilah Hati yang Takut akan Tuhan

Dalam Alkitab dicatat, “Karena rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalan-Ku bukanlah jalanmu, demikian firman Yahweh. Karena seperti langit lebih tinggi dari bumi, demikianlah jalan-Ku lebih tinggi dari jalanmu, dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yesaya 55:8-9). Firman Tuhan berkata, “Kita semua harus tahu bahwa manusia, yang berasal dari daging, semuanya telah dirusak oleh Iblis. Sudah menjadi sifat mereka menentang Tuhan, dan mereka tidak dapat disamakan dengan Tuhan, tidaklah mungkin mereka dapat memberi penjelasan tentang pekerjaan Tuhan. Cara Tuhan menuntun manusia adalah pekerjaan Tuhan sendiri. Manusia harus tunduk dan tidak mempertahankan pandangan tertentu, karena manusia hanyalah debu” (“Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan”). 继续阅读“Tiga Prinsip Utama untuk Menyambut Kedatangan Kedua Yesus Kristus”

Apakah hanya menikmati kasih karunia Tuhan dapat dianggap sebagai kesaksian iman yang sejati kepada Tuhan?

Apakah hanya menikmati kasih karunia Tuhan dapat dianggap sebagai kesaksian iman yang sejati kepada Tuhan?

Firman Tuhan yang Relevan:

 

Jika engkau hanya menikmati kasih karunia Tuhan, dengan kehidupan keluarga yang penuh damai atau berkat secara materi, berarti engkau belum memperoleh Tuhan, dan keyakinanmu kepada Tuhan telah gagal. Tuhan telah menjalankan tahap pekerjaan kasih karunia dalam daging, dan telah memberikan berkat-berkat materi kepada manusia—tetapi manusia tidak bisa disempurnakan dengan kasih karunia, kasih, dan kemurahan saja. Dalam pengalaman-pengalamannya, manusia menjumpai sejumlah kasih Tuhan, dan melihat kasih dan kemurahan Tuhan. 继续阅读“Apakah hanya menikmati kasih karunia Tuhan dapat dianggap sebagai kesaksian iman yang sejati kepada Tuhan?”

Apa yang Kauketahui tentang Iman?

 

Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti, tetapi manusia tidak tahu apa yang membentuk iman, apalagi alasan dia memiliki iman. Terlalu sedikit yang manusia pahami dan imannya pun terlalu kecil. Manusia hanya sekadar beriman kepada-Ku, tanpa berpikir dan tanpa pengetahuan. Meskipun dia tidak tahu apa itu iman atau mengapa dia beriman kepada-Ku, dia terus saja bersikeras dalam sikapnya itu. 继续阅读“Apa yang Kauketahui tentang Iman?”

Tuhan Memerintahkan Abraham untuk Mengorbankan Ishak

Setelah mengaruniakan seorang anak laki-laki kepada Abraham, firman yang Tuhan telah sampaikan kepada Abraham pun digenapi. Bukan berarti bahwa rencana Tuhan berakhir di sini. Sebaliknya, rencana agung Tuhan bagi pengelolaan dan penyelamatan umat manusia baru saja dimulai, dan berkat-Nya berupa seorang putra bagi Abraham hanyalah pendahuluan dari rencana pengelolaan-Nya secara keseluruhan. Pada saat itu, siapakah yang tahu bahwa pertempuran Tuhan melawan Iblis telah dimulai secara diam-diam ketika Abraham mempersembahkan Ishak?

Tuhan Tidak Peduli Jikalau Manusia Bodoh─Dia hanya Meminta agar Manusia Benar

commands-abraham-to-offer-isaac

Selanjutnya, mari kita melihat apa yang Tuhan lakukan kepada Abraham. Dalam Kejadian 22:2, Tuhan memberikan perintah berikut kepada Abraham: “Ambillah anak lelakimu, anak lelakimu satu-satunya, Ishak, yang engkau kasihi, bawalah ia ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran, di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Maksud Tuhan jelas: Dia mengatakan kepada Abraham untuk mempersembahkan putra tunggalnya, Ishak, yang ia kasihi, sebagai korban bakaran. Memandang hal ini pada zaman sekarang, apakah perintah Tuhan tetap sangat bertentangan dengan pemahaman manusia? Ya! Semua yang dilakukan Tuhan pada waktu itu sangat bertentangan dengan pemahaman manusia dan tidak dapat dipahami manusia. Menurut pemahaman manusia, orang percaya sebagai berikut: Ketika seseorang tidak percaya, dan berpikir bahwa hal itu tidak mungkin, Tuhan memberikan kepadanya seorang anak laki-laki, dan setelah ia memperoleh anak laki-laki, Tuhan meminta kepadanya untuk mempersembahkan anak laki-laki tersebut─betapa luar biasa! Sebetulnya, apa yang bermaksud Tuhan lakukan? Apa tujuan Tuhan sebenarnya? Dia tanpa syarat mengaruniakan seorang anak kepada Abraham, namun Dia juga meminta Abraham untuk memberikan korban persembahan tanpa syarat. Apakah ini berlebihan? Dari sudut pandang pihak ketiga, ini bukan hanya berlebihan, tetapi ini juga merupakan hal yang “menciptakan masalah dari yang tadinya tidak ada masalah.” Namun, Abraham sendiri tidak percaya bahwa Tuhan meminta terlalu banyak. Meskipun ia memiliki sedikit pemikiran, dan sedikit curiga terhadap Tuhan, ia tetap siap untuk mempersembahkan korban bakaran. Pada titik ini, apa yang engkau lihat yang membuktikan bahwa Abraham bersedia mengorbankan anaknya? Apa yang dikatakan dalam kalimat-kalimat ini? Teks asli memberikan catatan berikut: “Maka Abraham bangun pagi-pagi benar dan memasang pelana keledainya lalu membawa dua orang bujang bersamanya dan Ishak anaknya; ia juga membelah kayu untuk korban bakaran itu lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang diperintahkan Tuhan kepadanya” (Kejadian 22:3). “Tibalah mereka ke tempat yang Tuhan tunjukkan kepadanya, lalu Abraham mendirikan mezbah di sana, menyusun kayu dan mengikat Ishak, anaknya dan membaringkannya di mezbah itu, di atas kayu. Lalu Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anak lelakinya” (Kejadian 22:9-10). Ketika Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anak lelakinya, apakah tindakannya itu dilihat oleh Tuhan? Ya. Keseluruhan proses─dari sejak awal, ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, hingga saat Abraham benar-benar mengangkat pisaunya untuk menyembelih anak lelakinya─menunjukkan kepada Tuhan hati Abraham, dan terlepas dari kebodohan, ketidaktahuan, dan kesalahpahaman Abraham sebelumnya akan Tuhan, pada waktu itu, hati Abraham untuk Tuhan adalah benar dan jujur, dan ia benar-benar mau mengembalikan Ishak, putra yang diberikan kepadanya, kepada Tuhan. Di dalam dirinya, Tuhan melihat ketaatan─ketaatan yang sangat Dia inginkan.

Tuhan-Memerintahkan-Abraham-untuk-Mengorbankan-Ishak

Bagi manusia, Tuhan melakukan banyak hal yang tak terpahami dan bahkan sulit dipercaya. Ketika Tuhan ingin mengatur seseorang, pengaturan ini sering bertentangan dengan pemahaman manusia dan sukar dipahami olehnya, tetapi justru pertentangan dan kesulitan untuk dipahami inilah yang merupakan ujian dan tes dari Tuhan bagi manusia. Sementara itu, Abraham mampu menunjukkan ketaatan dalam dirinya kepada Tuhan, yang merupakan keadaan paling mendasar agar dirinya mampu memuaskan tuntutan Tuhan. Baru pada saat itulah, ketika Abraham mampu menaati persyaratan Tuhan, ketika ia mempersembahkan Ishak, Tuhan sungguh-sungguh merasakan peneguhan serta perkenan-Nya terhadap umat manusia─terhadap Abraham, yang telah Dia pilih. Baru pada saat itulah Tuhan yakin bahwa orang yang telah dipilih-Nya ini adalah seorang pemimpin yang sangat diperlukan yang dapat melaksanakan janji dan rencana pengelolaan-Nya selanjutnya. Meskipun hanya sebuah ujian dan tes, Tuhan merasa dipuaskan, Dia merasakan kasih manusia kepada-Nya, dan Dia merasa dihiburkan oleh manusia seperti yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pada saat Abraham mengangkat pisaunya untuk menyembelih Ishak, apakah Tuhan menghentikannya? Tuhan tidak membiarkan Abraham mempersembahkan Ishak, karena Tuhan sama sekali tidak berniat mengambil nyawa Ishak. Jadi, Tuhan menghentikan Abraham tepat pada waktunya. Bagi Tuhan, ketaatan Abraham telah lulus dalam ujian, apa yang dilakukannya sudah cukup, dan Tuhan sudah melihat hasil dari apa yang ingin Dia lakukan. Apakah hasil ini memuaskan bagi Tuhan? Dapat dikatakan bahwa hasil ini memuaskan bagi Tuhan, bahwa itulah yang Tuhan inginkan, dan yang Tuhan rindukan. Apakah ini benar? Meskipun dalam konteks berbeda, Tuhan menggunakan cara-cara berbeda untuk menguji setiap orang, dalam diri Abraham Tuhan melihat apa yang Dia inginkan, Dia melihat bahwa hati Abraham benar, dan bahwa ketaatannya tanpa syarat, dan justru “tanpa syarat” inilah yang Tuhan inginkan. …

Dikutip dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” – Kutipan 59

Renungan Harian Kristen membahas topik-topik seperti gadis-gadis yang bijaksana yang menyambut Tuhan, bagaimana diangkat ke dalam kerajaan surga, diselamatkan dan keselamatan penuh, yang membantu Anda mengetahui penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus.

Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” – Kutipan 59

 

Ayub 42:7-9 Dan kemudian, setelah Yahweh mengucapkan firman itu kepada Ayub, Yahweh berkata kepada Elifas orang Teman: “Murka-Ku menyala-nyala terhadap engkau dan kedua temanmu: karena engkau tidak mengatakan yang benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. 继续阅读“Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” – Kutipan 59″

Khotbah Kristen: Cara Membedakan Kristus Sejati Dari Kristus Palsu

Khotbah Kristen: Cara Membedakan Kristus Sejati Dari Kristus Palsu

ezgif.com-webp-to-jpg

 

Segala macam bencana sekarang terjadi dan nubuat dalam Alkitab mengenai kedatangan Tuhan sekarang sebagian besar telah digenapi. Banyak saudara-saudari merasakan dalam hati mereka bahwa Tuhan mungkin telah datang kembali, dan mereka semua mencari Tuhan. Namun ada banyak orang yang memikirkan ayat-ayat dari Alkitab ini, “Jadi, jika ada orang yang berkata kepada engkau: Lihat, Kristus ada di sini, atau Kristus ada di sana; jangan engkau percaya. Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan” (Matius 24: 23-24). 继续阅读“Khotbah Kristen: Cara Membedakan Kristus Sejati Dari Kristus Palsu”