Kesaksian Rohani Kristen 2021 – “Buah dari Laporan yang Jujur”

kesaksian rohani 2021 – “Buah dari Laporan yang Jujur”

Saat Zhao Ming pergi untuk melayani sebagai pemimpin di sebuah gereja di luar kota, dia berulang kali diberi tahu saudara-saudari di sana bahwa mantan pemimpin, Yao Lan, menafsirkan firman Tuhan di luar konteks dalam pertemuan, juga dengan sewenang-wenang menindas orang yang menawarkan saran atau mencopot orang dari tugas. Dia tahu harus segera melaporkan perilaku jahat Yao Lan, tapi dia takut menyinggung perasaannya dan diserang balik—dia mendapati dirinya sangat bimbang. Lalu, melalui penghakiman firman Tuhan, Zhao Ming sadar dia tidak membela pekerjaan rumah Tuhan, justru melindungi kepentingan pribadinya. Melihat betapa egois dan liciknya dia, dia merasa jijik kepada dirinya dan memutuskan melaporkan Yao Lan sesuai prinsip. Akhirnya, Yao Lan dikeluarkan. Apa yang diperoleh Zhao Ming dari menulis laporan ini? Lihat apa yang dia katakan tentang itu.

kesaksian orang kristen bertobat | Cara Bertobat dan Tidak Berbuat Dosa Lagi: Aku Menemukan Jalan

Lagu Rohani Kristen Terbaru 2021 | “Tersadar Akan Kebenaran Saat Hampir Meninggal Sudah Terlambat”

Bagaimana orang Kristen melakukan renungan rohani agar hubungan dengan Tuhan menjadi lebih normal? renungan harian kristen singkat membantu Anda memasuki kehidupan rohani yang normal dan lebih dekat dengan Tuhan.

lagu rohani kristen 2021 | “Tersadar Akan Kebenaran Saat Hampir Meninggal Sudah Terlambat”

Di jalan ini, banyak orang yang dapat berbicara tentang pengetahuan yang luas,

tetapi pada saat kematiannya, mata mereka penuh dengan air mata,

dan mereka membenci diri mereka sendiri karena telah menyia-nyiakan hidup mereka

dan menjalani hidup sampai lanjut usia dalam kesia-siaan.

Mereka hanya memahami doktrin,

tetapi tidak bisa melakukan kebenaran atau menjadi saksi bagi Tuhan;

继续阅读“Lagu Rohani Kristen Terbaru 2021 | “Tersadar Akan Kebenaran Saat Hampir Meninggal Sudah Terlambat””

Tiga aspek perwujudan rasa takut Ayub kepada Tuhan

Khotbah Kristen | Tiga aspek perwujudan rasa takut Ayub kepada Tuhan

Catatan Editor

Ketika berbicara tentang Ayub, pertama-tama kita akan teringat dengan penilaian Tuhan Yahweh terhadapnya yang ada dalam Alkitab: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub, tidak ada yang seperti dia di bumi, yang demikian tak bercela dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan” (Ayub 1:8). Dalam seluruh catatan Alkitab, hanya Ayub seorang yang bisa mendapatkan penilaian setinggi itu dari Tuhan. Ketika kita mengagumi Ayub, pada saat yang sama kita juga rindu untuk bisa sama seperti Ayub, bisa menjadi orang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, serta mendapatkan perkenaan Tuhan. Jadi, perwujudan rasa takut akan Tuhan seperti apa, yang ada dalam diri Ayub yang dipuji Tuhan? Berikut ini mari kita mengikuti editor untuk bersama-sama menemukan jawabannya dari kisah Ayub.

1. Ayub menjauhi kejahatan dalam hidupnya dan tidak melakukan hal apa pun yang berdosa terhadap Tuhan

KGGS494-你想具备约伯一样的信心得着神的祝福吗-ZDalam alkitab tercatat bahwa: “Demikianlah, setelah hari-hari pesta berakhir, Ayub memanggil mereka dan menguduskan mereka; ia bangun pagi-pagi benar dan mempersembahkan korban bakaran sesuai dengan jumlah anak-anaknya: karena Ayub berkata, ‘Mungkin saja anak-anak lelakiku sudah berbuat dosa dan mengutuki Tuhan dalam hati mereka.’ Demikianlah yang senantiasa dilakukan Ayub” (Ayub 1:5).

Kita semua tahu bahwa Ayub disebut sebagai orang yang terbesar di antara orang-orang Timur pada waktu itu, karena dia sangat kaya dan memiliki status yang tinggi. Banyak orang berpikir bahwa adalah hal yang normal bagi keluarga kaya untuk makan dan minum dan menikmati hidup, tetapi Ayub tidak berpikir demikian. Ayub takut akan Tuhan, dan dia tahu bahwa sering berpesta mewah dan menikmati kenyamanan daging, ini adalah hal yang dibenci Tuhan, dan ini juga mudah membuat orang menjauh dari Tuhan serta melakukan hal-hal yang melawan Tuhan, jadi dengan tegas dia menuntut dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang berdosa kepada Tuhan, dan ia juga tidak pernah ikut berpartisipasi dalam pesta anak-anaknya. Tidak hanya itu, setiap kali anak-anaknya selesai berpesta, ia juga sering berdoa dan mempersembahkan korban bakaran untuk anak-anaknya, karena ia takut mereka berbuat dosa dan menyinggung Tuhan. Dapat dilihat bahwa Ayub memiliki tempat untuk Tuhan di hatinya dan Ayub menghormati Tuhan dalam segala hal. Rasa hormatnya kepada Tuhan tidak hanya perkataan kosong di mulutnya, tetapi diterapkan dalam setiap detail di kehidupan sehari-harinya. Tidak peduli dalam hal yang besar atau kecil, dia sanggup melakukan hingga mencapai rasa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, terus mengikuti jalan Tuhan, dan tidak pernah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan: “Kalimat terakhir dari teks ini ‘Demikianlah yang senantiasa dilakukan Ayub’. Makna dari kata-kata ini adalah bahwa Ayub tidak pergi dan menengok anak-anaknya sesekali, atau ketika hal itu menyenangkannya, dia juga tidak mengaku kepada Tuhan melalui doa. Sebaliknya, dia secara teratur memanggil dan menguduskan anak-laki-lakinya, dan mempersembahkan korban bakaran bagi mereka. Kata ‘senantiasa’ di sini bukan berarti dia melakukannya selama satu atau dua hari, atau untuk sesaat. Dikatakan bahwa perwujudan sikap Ayub yang takut akan Tuhan tidak bersifat sementara, dan tidak berhenti pada pengetahuan atau kata-kata yang diucapkan; sebaliknya, jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan itu menuntun hatinya, mengatur perilakunya, dan ada di dalam hatinya, sumber keberadaannya. Bahwa dia melakukannya senantiasa menunjukkan bahwa, di dalam hatinya, dia sering takut bahwa dirinya sendiri akan berbuat dosa terhadap Tuhan dan juga takut bahwa putra dan putrinya akan berbuat dosa terhadap Tuhan. Itu menunjukkan betapa beratnya jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan yang ada di dalam hatinya. Dia melakukannya senantiasa karena, di dalam hatinya, dia takut dan khawatir—khawatir bahwa dia telah melakukan kejahatan dan berbuat dosa terhadap Tuhan, dan bahwa dia telah menyimpang dari jalan Tuhan sehingga tidak dapat memuaskan Tuhan. Pada saat yang sama, dia juga mengkhawatirkan putra dan putrinya, takut bahwa mereka telah menyinggung Tuhan. Demikianlah perilaku normal Ayub dalam kehidupannya sehari-hari. Justru perilaku normal inilah yang membuktikan bahwa sikap Ayub yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan bukanlah kata-kata kosong, bahwa Ayub benar-benar menghidupi kenyataan seperti itu.”

Dari sini dapat dilihat bahwa meskipun Ayub kaya raya, memiliki kekayaan yang berlimpah dan status yang tinggi, namun ia tidak menikmati hidup melalui hal-hal ini, melainkan berusaha untuk hidup dan menerapkan kehendak Tuhan dalam segala hal di kehidupan sehari-harinya, agar jangan sampai dia menyinggung Tuhan, karena itu, dia mendapat perkenaan Tuhan. Ini adalah aspek pertama dari perwujudan rasa takut Ayub kepada Tuhan

继续阅读“Tiga aspek perwujudan rasa takut Ayub kepada Tuhan”

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Abraham dalam Alkitab?

Alkitab mencatat kisah Abraham: Ketika Abraham berusia 100 tahun, Tuhan menganugerahkan kepadanya seorang putra, Ishak. Setelah Ishak dibesarkan, Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkannya lagi. Ketika Abraham mempersembahkan satu-satunya anak, Ishak di altar Tuhan dan mengangkat pedang untuk membunuh Ishak, Tuhan menghentikannya. Tuhan tidak hanya tidak membiarkan Abraham mengorbankan putranya, tetapi malah menganugerahkan kepada dia berkat yang lebih besar, sehingga keturunannya berkembang menjadi negara besar.

Setiap kali membaca kisah Abraham, aku mengagumi Abraham dari lubuk hati yang paling dalam. Aku merasa bahwa dia memiliki iman yang besar kepada Tuhan dan dapat menaati pengaturan Tuhan dan mengorbankan anak tunggalnya yang dia kasihi. Dia layak disebut “Bapa Orang Beriman”. Tetapi yang tidak aku pahami adalah: Mengapa Tuhan menganugerahkan kepada Abraham seorang putra ketika dia berusia 100 tahun, dan kemudian meminta dia untuk mempersembahkan Ishak? Apa sebenarnya kehendak Tuhan?

Selama ini aku tidak pernah mengerti pertanyaan ini sampai baru-baru ini aku membaca firman Tuhan “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” di Internet, dan baru kemudian aku mengerti bahwa pekerjaan Tuhan pada Abraham memiliki makna yang dalam, ada kehendak Tuhan di dalamnya dan sekarang aku menulis pencerahan yang aku terima.

kisah-Abraham-dalam-alkitab

继续阅读“Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Abraham dalam Alkitab?”

Kami percaya bahwa dosa manusia ditahirkan setelah kematian di dalam Api Penyucian, di mana setelah itu, barulah orang dapat memasuki kerajaan surga. Namun, engkau bersaksi bahwa mereka yang tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman tidak akan ditahirkan, dan dengan demikian, tidak akan layak untuk memasuki kerajaan surga. Apa yang kaumaksud dengan hal ini? Bagaimana tepatnya orang dapat memasuki kerajaan surga?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

“Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran. Sebagaimana Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian juga Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia Dan demi mereka, Aku menyucikan diri-Ku sendiri, supaya mereka juga disucikan dalam kebenaran” (Yohanes 17:17-19).

“Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13).

“Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:47-48).

“Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17).

ezgif.com-gif-maker (4)

Firman Tuhan yang Relevan:

Engkau semua harus bisa melihat kehendak Tuhan, dan harus melihat bahwa pekerjaan Tuhan tidak sesederhana penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatu. Ini karena pekerjaan hari ini merupakan transformasi mereka yang telah rusak, yang sudah mati rasa sepenuhnya, untuk menyucikan mereka yang diciptakan tetapi diproses oleh Iblis. Ini bukan penciptaan Adam dan Hawa, apalagi penciptaan terang, atau penciptaan setiap tumbuhan dan binatang. Tuhan menyucikan hal-hal yang telah dirusak Iblis, dan kemudian mendapatkan mereka kembali; mereka menjadi milik kepunyaan-Nya, dan mereka menjadi kemuliaan-Nya. Ini tidak seperti yang manusia bayangkan, tidak sesederhana penciptaan langit dan bumi dan segala isinya, atau pekerjaan mengutuk Iblis hingga ke jurang maut; tepatnya, ini adalah pekerjaan transformasi manusia, mengubah hal-hal negatif dan bukan milik-Nya, menjadi hal-hal yang positif dan menjadi kepunyaan-Nya. Inilah kebenaran di balik tahap pekerjaan Tuhan ini. Engkau harus memahami ini dan jangan menggampangkan keadaan. Pekerjaan Tuhan bukanlah pekerjaan biasa. Keindahan dan hikmat pekerjaan ini melampaui pikiran manusia. Tuhan tidak menciptakan segalanya selama tahap pekerjaan ini, tetapi Dia pun tidak menghancurkannya. Alih-alih, Dia mentransformasi segala hal yang diciptakan-Nya, dan menyucikan semua yang telah dinajiskan oleh Iblis. Demikianlah, Tuhan memulai sebuah inisiatif yang besar, yang mencakup seluruh arti penting pekerjaan Tuhan. Apakah engkau melihat dalam firman ini bahwa pekerjaan Tuhan sebenarnya sangat sederhana?

继续阅读“Kami percaya bahwa dosa manusia ditahirkan setelah kematian di dalam Api Penyucian, di mana setelah itu, barulah orang dapat memasuki kerajaan surga. Namun, engkau bersaksi bahwa mereka yang tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman tidak akan ditahirkan, dan dengan demikian, tidak akan layak untuk memasuki kerajaan surga. Apa yang kaumaksud dengan hal ini? Bagaimana tepatnya orang dapat memasuki kerajaan surga?”

Kesaksian Rohani Kristen 2021 – “Bahaya yang Ditimbulkan dari Pamer”

Kesaksian Kristen 2021 – “Bahaya yang Ditimbulkan dari Pamer”

Setelah terpilih menjadi pemimpin gereja, tokoh utama sering menunjukkan dalam persekutuan bagaimana dia bertanggung jawab dalam tugasnya dan sesukses apa dia dalam pekerjaan. Dia sengaja menyembunyikan kelemahan dan kerusakannya sendiri, serta selalu memimpin rekan kerja dan mitra kerjanya, sampai semua orang mengidolakan dan mengandalkan dia. Baru setelah didisiplinkan melalui penyakit, dia akhirnya merenungkan dirinya. Lewat penyingkapan dan penghakiman firman Tuhan, dia akhirnya melihat bagaimana dia selalu meninggikan diri dan pamer, bagaimana dia berusaha dikagumi dan diidolakan orang lain, bahwa, pada dasarnya, dia telah berlomba dengan Tuhan untuk menguasai orang-orang, dan bahwa dia mengikuti jalan antikristus. Dia menyadari kerugian yang dia timbulkan terhadap gereja dan saudara-saudarinya, serta, dipenuhi penyesalan dan rasa benci terhadap diri sendiri, dia sepenuhnya bertobat.

Rekomendasi:

kesaksian orang kristen bertobat | Cara Bertobat dan Tidak Berbuat Dosa Lagi: Aku Menemukan Jalan

Ayub Mengutuk Hari Dia Dilahirkan: Mengapa Tuhan Masih Melihat Dia sebagai Orang yang Benar?

Ketika kita berbicara tentang Ayub, orang-orang yang percaya kepada Tuhan tidak lagi asing mendengarnya. Dia takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan dan merupakan orang yang sempurna di mata Tuhan. Ketika hartanya dicuri, putra-putrinya kehilangan nyawa, dan bahkan ketika bisul-bisul perih tumbuh di sekujur tubuhnya, dia masih bisa memuji nama Tuhan dan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Ketika kita mengagumi Ayub, kita tentu merasa bingung tentang kata-katanya “Kiranya hari kelahiranku lenyap, dan malam yang mengatakan, Ada anak lelaki sedang dikandung” (Ayub 3:3), yang diucapkan ketika dia menderita. Hari kelahiran manusia dan kehidupan daging dianugerahkan oleh Tuhan, tetapi Ayub tidak bersyukur atas kedaulatan Tuhan dan apa yang Dia anugerahkan tetapi malah mengutuk hari kelahirannya sendiri. Apa alasannya? Apakah Ayub mengeluh kepada Tuhan karena dia tidak tahan dengan rasa sakit? Jika demikian, mengapa Tuhan menilai dia “Tidak ada seorang pun seperti dia di bumi, yang demikian tak bercela dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan” (Ayub 1:8). Apakah karena penilaian Tuhan terhadap Ayub salah? Sama sekali tidak. Tuhan menyelidiki hati manusia yang paling dalam. Penilaian Tuhan tentang Ayub sebagai orang yang sempurna yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sama sekali tidak salah. Jadi, mengapa Ayub mengutuk hari kelahirannya? Mari kita lihat apa yang firman Tuhan katakan.

ezgif.com-gif-maker (3)

Tuhan berkata “Aku sering mengatakan bahwa Tuhan melihat lubuk hati manusia, sedangkan manusia melihat aspek lahiriah orang lain. Karena Tuhan melihat lubuk hati manusia, Dia memahami hakikat mereka, sedangkan manusia mendefinisikan hakikat orang lain berdasarkan aspek lahiriahnya. Ketika Ayub membuka mulutnya dan mengutuk hari kelahirannya, tindakan ini mengejutkan semua tokoh rohani, termasuk ketiga teman Ayub. Manusia berasal dari Tuhan dan harus bersyukur atas jiwa dan raganya, serta hari kelahirannya, yang dianugerahkan kepadanya oleh Tuhan, dan dia tidak boleh mengutuknya. Ini adalah sesuatu yang dapat dimengerti dan dipahami oleh orang biasa. Bagi siapa pun yang mengikut Tuhan, pemahaman ini sakral dan harus dihormati, dan itu adalah kebenaran yang tidak pernah bisa berubah. Sebaliknya, Ayub melanggar aturan itu: dia mengutuk hari kelahirannya. Ini adalah tindakan yang oleh orang biasa dianggap sebagai memasuki wilayah terlarang. Ayub bukan hanya tidak berhak mendapatkan pemahaman dan simpati orang lain, dia juga tidak berhak mendapatkan pengampunan Tuhan. Pada saat yang sama, bahkan lebih banyak orang menjadi ragu terhadap kebenaran Ayub karena tampaknya perkenanan Tuhan terhadapnya membuat Ayub berpuas diri; membuatnya begitu berani dan ceroboh sehingga dia tak hanya tidak bersyukur kepada Tuhan karena memberkatinya dan menjaganya selama hidupnya, tetapi dia juga mengutuk hari kelahirannya sampai kebinasaan. Apa namanya ini kalau bukan penentangan terhadap Tuhan? Kedangkalan pemahaman seperti ini memberi bukti kepada manusia untuk mengutuk tindakan Ayub ini, tetapi siapa yang dapat mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan Ayub pada waktu itu? Siapa yang dapat mengetahui alasan mengapa Ayub bertindak seperti itu? Hanya Tuhan dan Ayub sendiri yang tahu hal yang sebenarnya dan apa alasannya.”

继续阅读“Ayub Mengutuk Hari Dia Dilahirkan: Mengapa Tuhan Masih Melihat Dia sebagai Orang yang Benar?”

Bagaimana Membangun Hubungan Yang Normal Dengan Tuhan

Apakah Anda memiliki kekhawatiran seperti ini: Anda sering terganggu oleh orang-orang dan hal-hal di sekitar Anda, sehingga hati anda menjauh dari Tuhan, dan tidak dapat menemukan Tuhan, sehingga hubungan Anda dengan Tuhan tidak normal? Berikut ini kita akan berkomunikasi tentang tiga cara untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, agar hubungan Anda dengan Tuhan bisa semakin dekat.

ezgif.com-gif-maker (2)

Berdoa Dengan Segenap Hati Kepada Tuhan

Firman Tuhan berkata: “Tetapi waktunya akan tiba, sekaranglah waktunya, ketika penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran: karena Bapa mencari penyembah yang seperti itu” (Yohanes 4:23).

Tidak ada langkah yang lebih penting untuk memasuki firman Tuhan selain dari menenangkan hatimu di hadirat-Nya. Ini adalah pelajaran yang sangat perlu untuk semua orang masuki saat ini.”

Pertama, mulailah dari aspek doa. Berdoalah dengan segenap perhatian dan pada waktu yang tetap. Bagaimanapun ketatnya waktumu, seberapa pun sibuknya pekerjaanmu, atau apa pun yang menimpa dirimu, berdoalah setiap hari seperti biasa, dan makan dan minumlah firman Tuhan seperti biasa.”

Dari firman Tuhan ini, kita dapat melihat bahwa untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, langkah yang paling utama adalah dengan menenangkan diri di hadapan Tuhan dan berdoa dengan segenap hati kepada Tuhan. Ini juga merupakan pelajaran yang sangat perlu untuk kita masuki dengan sesegera mungkin. Karena kita akan menghadapi berbagai hal setiap harinya, dan hati kita sering terganggu dan ditempati oleh orang-orang dan hal-hal di luar, sehingga akan mempengaruhi hubungan kita yang normal dengan Tuhan. Karena itu kita dituntut untuk memiliki posisi Tuhan di hati kita, dan memiliki doa yang teratur setiap harinya. Melalui doa, maka firman Tuhan akan membuka dan menuntun diri kita serta menjaga hati kita bisa tetap tenang setiap saat di hadapan Tuhan , sehingga hubungan kita dengan Tuhan bisa semakin normal.

Ketika hati kita terganggu oleh berbagai macam orang dan hal, kita dapat berdoa dengan segenap hati kepada Tuhan: “Tuhan, semua yang turun atasku hari ini , memiliki izin dari tahta-Mu, dan pastilah ada pelajaran yang harus aku pelajari. Kiranya Engkau menjaga dan melindungi hatiku agar bisa tetap tenang di hadapan-Mu dan tidak terganggu.” Terkadang ketika kita bekerja untuk Tuhan, kita tidak bisa melepaskan hal-hal yang mengikat kita di rumah, yang menyebabkan hati kita tidak bisa tenang di hadapan Tuhan. Saat itu kita dapat berdoa kepada Tuhan: “Ya, Tuhan, aku melihat tingkat pertumbuhanku yang sangat kecil, dan aku selalu hidup dalam ikatan kedagingan sehingga tidak bisa menenangkan diri di hadapan-Mu, aku rela menyerahkan kesulitan ini ke dalam tangan-Mu, tolong pimpin aku, dan beri aku iman dan kekuatan, sehingga hatiku tidak lagi terganggu,sehingga aku dapat melakukan tugasku dengan baik.” Ketika kita selalu berdoa dari hati ke hati dengan Tuhan dengan cara ini, dan mengatakan isi hati kita, serta berdoa kepada Tuhan dengan hati yang tulus dalam segala hal, maka Tuhan akan melihat bahwa hati kita jujur, bukan hanya menjalankan formalitas, sehingga Roh Kudus akan bekerja atas diri kita. Terlepas dari kondisi apa yang kita alami, Tuhan akan menyentuh hati kita dan menuntun kita untuk memahami kehendak dan tuntutan Tuhan. Roh kita akan menjadi semakin dipenuhi dan hubungan kita dengan Tuhan akan menjadi semakin normal.

继续阅读“Bagaimana Membangun Hubungan Yang Normal Dengan Tuhan”

Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?

Sekarang bencana semakin besar, orang yang percaya kepada Tuhan sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus, tetapi bagaimana yesus sedang datang? Silakan klik untuk membaca artikel untuk memahami cara Tuhan Yesus datang kembali.

akhir zaman menurut alkitab wahyu | Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?

Oleh Saudari Zhou Jing

Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?

Suatu hari aku melihat diskusi daring yang ramai; orang-orang mengatakan bahwa empat bulan berdarah yang muncul pada malam hari di belahan bumi Barat adalah sebuah peringatan tentang akhir zaman, dan gempa bumi besar menjadi lebih sering terjadi di seluruh dunia. Aku berpikir dalam hati, “Empat bulan berdarah telah terjadi, fenomena langit telah muncul, bencana sedang sering terjadi di seluruh dunia, insiden teroris sedang terus meningkat, perang sedang terus-menerus terjadi…. Semua tanda menunjukkan bahwa nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali pada dasarnya telah digenapi, jadi mengapa aku tidak melihat Dia turun di atas awan untuk menjumpai kita? Apakah Tuhan belum datang kembali atau Dia sudah datang kembali, tetapi aku belum melihat-Nya? Bagaimana aku dapat menyambut kedatangan-Nya kembali?” Kebingungan ini mengacaukan hatiku dan membuatku bingung. Berusaha mendapatkan kejelasan tentang masalah ini, aku mulai berdoa dan berdoa kepada Tuhan, memohon kepada-Nya untuk mencerahkan dan membimbingku sehingga aku dapat menyambut kedatangan-Nya kembali dan tidak ditinggalkan oleh-Nya.

继续阅读“Bagaimana nubuat Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali digenapi?”

Lagu Rohani Kristen 2021 | “Otoritas Tuhan Tidak Terukur”

Firman Tuhan ditambah dengan lagu-lagu yang indah membentuk lagu firman Tuhan favorit orang Kristen. Mari kita dengarkan bersama

Lagu rohani kristen terpopuler 2021 | “Otoritas Tuhan Tidak Terukur”

Bait 1

Otoritas Tuhan

tidak goyah, tak datang dan pergi,

tak s’orang pun dapat mengukur

seb’rapa besar otoritas-Nya.

Bait 2

Tak p’duli perbuatan orang,

tempat tinggal atau kisah hidup m’reka,

sebelum atau set’lah Tuhan b’rikan janji-Nya,

Pra-refrain1

Dia t’lah mengetahui semuanya.

P’rubahan apa pun dalam hidup m’reka,

Tuhan tahu yang sedang terjadi.

继续阅读“Lagu Rohani Kristen 2021 | “Otoritas Tuhan Tidak Terukur””