Doa Bapa Kami dalam Alkitab Menyembunyikan Misteri Kerajaan Surga

cara masuk surga kristen | Doa Bapa Kami dalam Alkitab Menyembunyikan Misteri Kerajaan Surga 

Oleh Junwei, China

Banyak saudara dan saudari yang sangat akrab dengan Doa Bapa Kami, dan mengucapkannya setiap kali berdoa: “Bapa kami yang di surga, kuduslah nama-Mu. Kerajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu terjadilah di bumi, seperti di surga” (Matius 6:9-10). Tetapi meskipun kita sering membaca Doa Bapa Kami, kita jarang merenungkan makna sebenarnya dari Doa Bapa Kami. Aspek kebenaran apa yang Tuhan Yesus ingin sampaikan kepada kita melalui Doa Bapa Kami, apa kehendak Tuhan, dan misteri apa yang terkandung di dalam Doa Bapa Kami? Mari kita membahas hal-hal ini hari ini.

继续阅读“Doa Bapa Kami dalam Alkitab Menyembunyikan Misteri Kerajaan Surga”

Dapatkah Alkitab Merepresentasikan Tuhan?

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Tuhan sendiri adalah kehidupan dan kebenaran, dan kehidupan dan kebenaran-Nya hidup berdampingan. Mereka yang tidak mampu memperoleh kebenaran tidak akan pernah mendapatkan kehidupan. Tanpa bimbingan, dukungan, dan pembekalan kebenaran, engkau hanya akan mendapatkan huruf-huruf tertulis, doktrin, dan di atas segalanya, kematian. Kehidupan Tuhan selalu ada, kebenaran dan kehidupan-Nya hidup berdampingan. Jika engkau tidak bisa menemukan sumber kebenaran, engkau tidak akan memperoleh nutrisi kehidupan; jika engkau tidak bisa mendapatkan perbekalan kehidupan, engkau tentu tidak memiliki kebenaran, dan oleh karena itu, terlepas dari berbagai imajinasi dan konsepsi, seluruh tubuhmu tidak lebih dari daging—dagingmu yang berbau busuk. Ketahuilah bahwa kata-kata dalam buku tidak dapat dianggap sebagai kehidupan, catatan sejarah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan berbagai peraturan di masa lalu tidak bisa menjadi catatan tentang firman yang diucapkan oleh Tuhan saat ini. Hanya hal-hal yang diungkapkan Tuhan ketika Dia datang ke dunia dan tinggal di antara manusia adalah kebenaran, kehidupan, kehendak Tuhan, dan cara kerja-Nya saat ini” (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Ketika percaya kepada Tuhan, aku selalu berpegang pada makna harfiah Alkitab, berpikir bahwa Alkitab merepresentasikan Tuhan, dan karenanya itu merupakan satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup. Firman Tuhan membuatku memahami bahwa semua itu hanyalah gagasan dan imajinasiku. Hanya Tuhan-lah kebenaran dan hanya Tuhan-lah sumber kehidupan manusia. Alkitab hanyalah catatan pekerjaan Tuhan dan itu tidak dapat menggantikan pekerjaan dan firman-Nya saat ini. Jika kita sebagai orang percaya hanya menaati Alkitab, tetapi tidak mengikuti jejak langkah Tuhan atau menerima pekerjaan-Nya pada akhir zaman, kita akan percaya sampai akhir tetapi tidak memperoleh kebenaran dan hidup.

继续阅读“Dapatkah Alkitab Merepresentasikan Tuhan?”

Pertanyaan 27: Alkitab adalah kanon Kekristenan dan iman orang-orang yang percaya kepada Tuhan telah didasarkan pada Alkitab selama dua ribu tahun. Selain itu, kebanyakan orang dalam dunia keagamaan percaya bahwa Alkitab merepresentasikan Tuhan, bahwa kepercayaan kepada Tuhan adalah sama dengan kepercayaan mereka kepada Alkitab, dan berlaku sebaliknya, dan jika seseorang menyimpang dari Alkitab mereka tidak dapat dikatakan sebagai orang percaya. Aku ingin tahu apakah percaya kepada Tuhan dengan cara ini sesuai dengan kehendak-Nya.

Jawaban:

 

Tentang Alkitab,

Banyak yang percaya bahwa Alkitab mewakili Tuhan, mewakili Tuhan. Kepercayaan kepada Tuhan berarti percaya kepada Alkitab, percaya Alkitab berarti percaya Tuhan. Orang memperlakukan Alkitab sama seperti memperlakukan Tuhan. Bahkan ada yang mengakui Alkitab tanpa mengakui Tuhan. Mereka mengganggap Alkitablah yang tertinggi, bahkan mau menggantikan Tuhan dengan Alkitab. 继续阅读“Pertanyaan 27: Alkitab adalah kanon Kekristenan dan iman orang-orang yang percaya kepada Tuhan telah didasarkan pada Alkitab selama dua ribu tahun. Selain itu, kebanyakan orang dalam dunia keagamaan percaya bahwa Alkitab merepresentasikan Tuhan, bahwa kepercayaan kepada Tuhan adalah sama dengan kepercayaan mereka kepada Alkitab, dan berlaku sebaliknya, dan jika seseorang menyimpang dari Alkitab mereka tidak dapat dikatakan sebagai orang percaya. Aku ingin tahu apakah percaya kepada Tuhan dengan cara ini sesuai dengan kehendak-Nya.”