Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Tuhan sendiri adalah kehidupan dan kebenaran, dan kehidupan dan kebenaran-Nya hidup berdampingan. Mereka yang tidak mampu memperoleh kebenaran tidak akan pernah mendapatkan kehidupan. Tanpa bimbingan, dukungan, dan pembekalan kebenaran, engkau hanya akan mendapatkan huruf-huruf tertulis, doktrin, dan di atas segalanya, kematian. Kehidupan Tuhan selalu ada, kebenaran dan kehidupan-Nya hidup berdampingan. Jika engkau tidak bisa menemukan sumber kebenaran, engkau tidak akan memperoleh nutrisi kehidupan; jika engkau tidak bisa mendapatkan perbekalan kehidupan, engkau tentu tidak memiliki kebenaran, dan oleh karena itu, terlepas dari berbagai imajinasi dan konsepsi, seluruh tubuhmu tidak lebih dari daging—dagingmu yang berbau busuk. Ketahuilah bahwa kata-kata dalam buku tidak dapat dianggap sebagai kehidupan, catatan sejarah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan berbagai peraturan di masa lalu tidak bisa menjadi catatan tentang firman yang diucapkan oleh Tuhan saat ini. Hanya hal-hal yang diungkapkan Tuhan ketika Dia datang ke dunia dan tinggal di antara manusia adalah kebenaran, kehidupan, kehendak Tuhan, dan cara kerja-Nya saat ini” (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Ketika percaya kepada Tuhan, aku selalu berpegang pada makna harfiah Alkitab, berpikir bahwa Alkitab merepresentasikan Tuhan, dan karenanya itu merupakan satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup. Firman Tuhan membuatku memahami bahwa semua itu hanyalah gagasan dan imajinasiku. Hanya Tuhan-lah kebenaran dan hanya Tuhan-lah sumber kehidupan manusia. Alkitab hanyalah catatan pekerjaan Tuhan dan itu tidak dapat menggantikan pekerjaan dan firman-Nya saat ini. Jika kita sebagai orang percaya hanya menaati Alkitab, tetapi tidak mengikuti jejak langkah Tuhan atau menerima pekerjaan-Nya pada akhir zaman, kita akan percaya sampai akhir tetapi tidak memperoleh kebenaran dan hidup.