contoh pertobata | Cara Memandang Tugasmu
Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Persyaratan paling mendasar untuk kepercayaan manusia kepada Tuhan adalah ia memiliki hati yang jujur, dan ia mengabdikan dirinya sepenuhnya, dan benar-benar taat. Perkara yang paling sulit bagi manusia adalah memberikan seluruh hidupnya sebagai ganti kepercayaan yang benar, lewat hal ini, ia dapat memperoleh seluruh kebenaran, dan memenuhi tugasnya sebagai ciptaan Tuhan. Hal inilah yang tidak dapat dijangkau oleh orang-orang yang gagal, dan bahkan lebih tak terjangkau bagi orang-orang yang tidak bisa menemukan Kristus. Karena manusia tidak cakap dalam mengabdikan seluruh dirinya kepada Tuhan, karena manusia tidak bersedia melakukan tugasnya kepada Sang Pencipta, karena manusia sudah melihat kebenaran, tetapi menghindarinya dan menempuh jalannya sendiri, karena manusia selalu berusaha mengikuti jalan orang-orang yang sudah gagal, karena manusia selalu menentang Surga, dengan demikian, manusia selalu gagal, selalu terjebak dalam tipu daya Iblis, dan terjerat dalam jeratnya sendiri” (“Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). “Tugas adalah pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada manusia; tugas adalah misi yang harus manusia laksanakan. Namun, sebuah tugas tentu saja bukan bisnis yang engkau kelola secara pribadi, juga bukan merupakan suatu pendukung untuk membuatmu terlihat menonjol di tengah kerumunan Beberapa orang menggunakan tugas mereka sebagai kesempatan untuk terlibat dalam manajemen mereka sendiri; beberapa untuk memuaskan keinginan mereka; beberapa untuk mengisi kekosongan yang mereka rasakan di dalam hati mereka; dan beberapa untuk memuaskan mentalitas mereka yang selalu ingin mendapat keberuntungan, berpikir bahwa asalkan mereka memenuhi tugas-tugas mereka, mereka akan mendapat bagian di dalam rumah Tuhan dan di tempat tujuan indah yang Tuhan atur bagi manusia. Sikap seperti itu terhadap tugas adalah keliru; itu memuakkan bagi Tuhan dan harus segera diselesaikan” (Rekaman Pembicaraan Kristus). Setelah membaca firman Tuhan ini, aku ingin mempersekutukan pengalamanku sendiri.
