Yang Le Kota Wuhai, Wilayah Otonomi Mongolia Bagian Dalam
Waktu aku masih sekolah, ayahku jatuh sakit dan meninggal dunia. Setelah beliau meninggal, paman dari kedua keluarga ibu dan ayahku, yang dulunya sering dibantu oleh ayahku, bukan hanya mengabaikan kami yaitu ibuku yang tidak memiliki sumber penghasilan, kedua saudariku dan aku sendiri—mereka justru melakukan segala upaya untuk mengeruk keuntungan dari kami—bahkan beplin-plannya sifat dasar manusiarebut sedikit harta warisan yang ditinggalkan ayah kami. 继续阅读“Pembicaraan Singkat Mengenai Sumber Kegelapan dan Kejahatan Dunia”→
Ada begitu banyak hal yang Kuharap akan engkau sekalian capai. Namun, tindakan-tindakan dan seluruh hidup engkau sekalian tidak mampu memenuhi tuntutan-tuntutan-Ku sepenuhnya, maka Aku tidak punya pilihan lain selain langsung menyampaikan inti masalahnya dan menjelaskan kehendak-Ku kepada engkau sekalian. Berhubung kemampuan engkau sekalian untuk membedakan lemah dan penghargaan engkau sekalian pun sama lemahnya, engkau sekalian hampir-hampir sepenuhnya tidak peduli akan watak-Ku maupun substansi-Ku, sehingga merupakan hal mendesak bagi-Ku untuk memberitahukan hal ini kepada engkau sekalian.
Renungan Harian – “Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya” – Kutipan 7
Setiap orang dari antaramu harus memeriksa sekali lagi kehidupan imanmu kepada Tuhan untuk melihat apakah, dalam pengejaranmu akan Tuhan, engkau telah benar-benar mengerti, telah benar-benar memahami, dan telah benar-benar mengenal Tuhan, apakah engkau benar-benar mengetahui sikap Tuhan terhadap berbagai jenis manusia, dan apakah engkau benar-benar mengerti apa yang sedang dikerjakan Tuhan dalammu dan bagaimana Tuhan mengartikan setiap tindakanmu. Tuhan ini, yang berada di sisimu, membimbing arah kemajuanmu, menentukan takdirmu, dan menyediakan kebutuhanmu—jadi setelah engkau merenungkannya lagi, berapa banyak yang engkau pahami dan benar-benar ketahui tentang-Nya? Apakah engkau tahu apa yang Ia kerjakan dalammu setiap harinya?
Kilat dari Timur | Bacaan Firman Tuhan | Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama Bagian Kedua
Mereka yang membawa anak-anak dan kerabat mereka yang benar-benar tidak percaya ke gereja bersikap terlalu egois, dan mempertunjukkan kebaikan mereka. Orang-orang ini hanya menekankan pada kasih, tanpa mengindahkan apakah mereka percaya ataukah itu merupakan kehendak Tuhan. Ada orang yang membawa istri mereka ke hadapan Tuhan, atau orang tua mereka ke hadapan Tuhan, dan terlepas dari apakah Roh Kudus setuju atau melaksanakan pekerjaan-Nya, mereka secara membabi buta “mengadopsi orang-orang berbakat” bagi Tuhan. Manfaat apakah yang dapat diperoleh dengan meneruskan kebaikan ini kepada orang-orang yang tidak percaya? 继续阅读“Bacaan Firman Tuhan | Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama Bagian Kedua”→
Kilat dari Timur | Firman Tuhan Harian – “Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?” – Kutipan 325
Sebagian orang tidak bersukacita dalam kebenaran, apalagi penghakiman. Tentu saja, mereka bersukacita dalam kekuasaan dan kekayaan; orang-orang seperti itu dianggap sombong. Mereka secara eksklusif mencari denominasi-denominasi berpengaruh di dunia dan para pendeta serta pengajar yang berasal dari seminari. Meskipun telah menerima jalan kebenaran, mereka tetap skeptis dan tidak dapat mengabdikan diri sepenuhnya. Mereka bicara tentang pengorbanan untuk Tuhan, tetapi mata mereka berfokus pada para pendeta dan pengajar yang termahsyur, dan Kristus diremehkan. Hati mereka diisi dengan ketenaran, kemakmuran, dan kemuliaan. Mereka sama sekali tidak percaya bahwa orang yang begitu kecil mampu menaklukkan begitu banyak orang, bahwa orang yang biasa-biasa saja mampu menyempurnakan orang-orang. Mereka sama sekali tidak percaya bahwa orang yang hina di antara debu dan lumpur ini adalah orang-orang yang dipilih Tuhan. Mereka percaya bahwa jika orang-orang seperti itu adalah objek keselamatan Tuhan, langit dan bumi akan terbalik dan semua orang akan tertawa terbahak-bahak. Mereka percaya bahwa jika Tuhan memilih orang-orang hina untuk disempurnakan, maka orang-orang hebat itu akan menjadi Tuhan. Perspektif mereka tercemar oleh ketidakpercayaan; memang, jauh dari ketidakpercayaan, mereka adalah binatang yang tidak masuk akal. Karena mereka hanya menghargai jabatan, gengsi, dan kekuasaan; apa yang mereka junjung tinggi adalah kelompok dan denominasi-denominasi besar. Mereka sama sekali tidak menghormati orang-orang yang dipimpin oleh Kristus; mereka hanyalah pengkhianat yang telah berpaling dari Kristus, dari kebenaran, dan hidup.