Kesaksian Kristen Terbaru 2020 – Ketenaran dan Kekayaan Pembawa Sengsara
标签: Makna hidup yang sebenarnya
Semangat Hidup Yang Tak Pernah Dapat Dipadamkan
Oleh Saudari Dong Mei, Provinsi Henan
Aku adalah orang awam yang menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Seperti banyak orang yang mendambakan terang, aku telah mencoba banyak cara untuk mencari makna sesungguhnya dari keberadaan manusia, sehingga hidupku dapat lebih bermakna. Pada akhirnya, semua upayaku sia-sia. 继续阅读“Semangat Hidup Yang Tak Pernah Dapat Dipadamkan”
Pengalaman Lebih Dalam Akan Kasih Tuhan Dengan Memasuki Sarang Setan
Oleh Saudari Fenyong, Provinsi Shanxi
Meskipun dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuaku sejak aku masih kecil, dalam hatiku, aku sering merasa kesepian dan tidak memiliki seorang pun tempatku bersandar. Aku sepertinya selalu dicengkeram oleh kesengsaraan yang tak terpahami yang tidak mampu kuatasi. Aku sering bertanya pada diriku sendiri: Mengapa orang hidup? Bagaimana seharusnya kita hidup? 继续阅读“Pengalaman Lebih Dalam Akan Kasih Tuhan Dengan Memasuki Sarang Setan”
Firman Tuhan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III” – Kutipan 134
Renungan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III” – Kutipan 134
Jangan Kehilangan Kesempatan untuk Mengenal Kedaulatan Sang Pencipta
Berpuluh-puluh tahun yang membentuk kehidupan manusia tidaklah panjang dan juga tidak pendek. Dua puluh tahun antara kelahiran dan menginjak usia dewasa berlalu dalam sekejap, dan meskipun pada titik kehidupan ini seseorang bisa dipandang sebagai orang dewasa, orang-orang dalam kelompok umur ini masih belum tahu apa pun mengenai kehidupan dan nasib manusia. Seiring bertambahnya pengalaman mereka, perlahan-lahan memasuki usia paruh baya. Orang-orang berusia tiga puluh dan empat puluh tahunan mulai memiliki pengalaman akan hidup dan nasib, tetapi pemikiran mereka akan hal-hal tersebut masih kabur. Tidak sampai menginjak umur empat puluh tahun, barulah sebagian orang mulai memahami umat manusia dan alam semesta, yang diciptakan oleh Tuhan, mengerti apa arti hidup manusia, apa arti nasib manusia. Sebagian orang, meskipun telah lama mengikuti Tuhan dan sekarang menginjak usia paruh baya, tetap saja tidak memiliki pengetahuan dan pengertian yang akurat akan kedaulatan Tuhan, dan tentunya tidak memiliki ketundukan yang sejati. Sebagian orang tidak peduli apa pun selain mencari berkat, dan meskipun mereka telah hidup bertahun-tahun, mereka sama sekali tidak tahu atau paham akan fakta tentang kedaulatan Tuhan atas nasib manusia, dan oleh karenanya mereka sama sekali belum mendapatkan pelajaran nyata akan ketundukan kepada pengaturan dan penataan Tuhan. Orang-orang demikian benar-benar bodoh; mereka menghabiskan hidup mereka dengan sia-sia.
继续阅读“Firman Tuhan Harian – “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III” – Kutipan 134″